Tridinews.com - Insiden tragis terjadi dalam Kejuaraan Daerah (Kejurda) Terjun Payung 2025 yang digelar di Kabupaten Pangandaran. Lima atlet penerjun payung mengalami kecelakaan saat melakukan pendaratan, mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (30/12/2025) sekitar pukul 10.39 WIB. Kelima atlet yang terlibat dalam insiden ini masing-masing bernama Karni, Kudori, Mustofa, Widiasih, dan Rusli.
Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa para atlet tidak mendarat di titik yang telah ditentukan sehingga akhirnya jatuh ke laut di sekitar perairan Batukaras, Kecamatan Cijulang.
“Hari ini kami menerima laporan bahwa lima peserta terjun payung jatuh ke laut di sekitar Batukaras,” ujar Andri.
Lokasi jatuhnya para atlet diperkirakan berada sekitar satu kilometer dari pesisir Pantai Batukaras, tepatnya di kawasan Blok Sanghyangkalang. Akibat kejadian ini, dua atlet berhasil diselamatkan dalam kondisi luka berat. Sementara Rusli (64) dinyatakan meninggal dunia, dan Widiasih (58) hingga kini masih belum ditemukan.
“Fokus utama kami saat ini adalah pencarian korban yang masih hilang. Untuk penyebab kecelakaan masih dalam tahap pendalaman,” tambah Andri.
Upaya pencarian terhadap Widiasih kembali dilanjutkan pada Rabu (31/12/2025) oleh Tim SAR Gabungan. Korban diketahui merupakan warga Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.
SAR Mission Coordinator, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan membagi tim ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).
“SRU 1 melakukan penyisiran menggunakan waverunner dan perahu jukung dengan area seluas 2,82 nautical mile. SRU 2 menyisir pesisir pantai di perbatasan Bojongsalawe dan Batukaras sejauh 3,25 kilometer,” jelas Ade.
Selain penyisiran laut dan pantai, tim SAR juga mengerahkan drone thermal UAV untuk memantau area sekitar lokasi kejadian. Hingga saat ini, proses pencarian masih terus berlangsung dengan harapan korban segera ditemukan.
Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi dunia olahraga dirgantara, khususnya komunitas terjun payung di Jawa Barat.