Trump Ancam Iran Konsekuensi Berat Jika Gagal Capai Kesepakatan Nuklir

trump-ancam-iran-konsekuensi-berat-jika-gagal-capai-kesepakatan-nuklir . (net)

Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran terkait negosiasi nuklir. Trump menegaskan, kegagalan mencapai kesepakatan akan membawa konsekuensi yang ia sebut sebagai “sangat traumatis” bagi Teheran.

“Kita harus mencapai kesepakatan. Jika tidak, itu akan sangat traumatis, sangat traumatis. Saya tidak ingin itu terjadi, tetapi kita harus mencapai kesepakatan,” ujar Trump, dikutip dari AFP, Jumat (13/2/2026).

Trump menekankan bahwa dampak paling besar akan dirasakan Iran apabila pembicaraan nuklir kembali menemui jalan buntu. Menurutnya, Washington masih membuka ruang dialog, namun opsi lanjutan tetap disiapkan.

“Kita akan lihat apakah bisa mencapai kesepakatan dengan mereka. Jika tidak, kita akan masuk ke fase kedua, dan fase kedua akan sangat sulit bagi mereka,” kata Trump.

Ancaman tersebut muncul di tengah pertimbangan Trump untuk mengirim kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah sebagai bentuk tekanan tambahan terhadap Iran. Sebelumnya, Amerika Serikat diketahui pernah melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Teheran dalam konflik 12 hari antara Israel dan Iran pada Juli tahun lalu.

Sikap Israel Masih Skeptis

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan keraguannya terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan nuklir dengan Iran. Ia mengaku tidak sepenuhnya percaya pada komitmen Teheran.

“Saya tidak akan menyembunyikan bahwa saya secara umum skeptis terhadap kualitas kesepakatan apa pun dengan Iran,” ujar Netanyahu dalam pernyataan video dari kantornya.

Netanyahu disebut telah mendatangi Washington untuk mendorong pemerintahan Trump mengambil sikap lebih keras, termasuk memasukkan isu persenjataan rudal balistik Iran dalam pembahasan nuklir. Namun, setelah pertemuan di Gedung Putih, Trump justru menegaskan keinginannya agar jalur negosiasi tetap dilanjutkan.

Perbedaan pandangan ini menunjukkan dinamika kompleks antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, di mana ancaman militer, tekanan diplomatik, serta upaya negosiasi berjalan beriringan dalam menentukan arah masa depan kesepakatan nuklir Iran.

Editor: redaktur

Komentar