Tridinews.com - Konten kreator dengan jumlah pengikut terbanyak di dunia, Khaby Lame, kembali mencuri perhatian global. Pria asal Italia ini melepas sebagian besar kepemilikan bisnis intinya dengan nilai fantastis mencapai US$ 975 juta atau sekitar Rp 16,35 triliun. Transaksi tersebut menjadi monetisasi terbesar yang pernah dicatat dalam industri kreator digital.
Mengutip laporan Forbes edisi Selasa (3/2/2026), perusahaan investasi berbasis Hong Kong, Rich Sparkle Holdings, resmi mengakuisisi Step Distinctive Limited. Perusahaan tersebut merupakan entitas utama milik Khaby yang selama ini mengelola seluruh aktivitas komersial dan kekayaan intelektualnya.
Lewat kesepakatan ini, Rich Sparkle memperoleh hak penuh atas pengelolaan bisnis Khaby, mulai dari kemitraan merek, lisensi, dukungan komersial, hingga lini e-commerce. Langkah ini menandai pergeseran besar dari sekadar pemasaran influencer menuju model bisnis kreator berbasis platform dan kepemilikan aset.
Menariknya, meski menjual sebagian besar bisnisnya, Khaby tidak sepenuhnya melepas kendali. Ia justru akan menjadi pemegang saham pengendali di Rich Sparkle melalui penerbitan 75 juta saham biasa perusahaan tersebut. Dengan posisi ini, Khaby bukan hanya berperan sebagai wajah kreatif, tetapi juga sebagai pemain utama di balik infrastruktur bisnis yang dibangun dari popularitas akun TikTok-nya.
Perjalanan hidup Khaby sendiri kerap disebut sebagai kisah “from zero to hero”. Sebelum mendunia, ia hanyalah operator mesin CNC di sebuah pabrik di Chivasso, Italia. Nasibnya berubah drastis saat ia terkena pemutusan hubungan kerja pada 2020, di awal pandemi Covid-19.
Di tengah masa sulit, Khaby mulai membuat konten di TikTok pada Maret 2020 saat Italia menjalani lockdown. Tanpa dialog, tanpa gimmick rumit, hanya ekspresi dan gestur sederhana—kontennya justru meledak. Dalam waktu kurang dari dua tahun, jumlah pengikutnya menembus 100 juta, hingga akhirnya menjadikannya akun TikTok paling banyak diikuti di dunia.
Kini, video-videonya rutin meraih ratusan juta penayangan. Kesuksesan tersebut mengantarkan Khaby masuk daftar Top Creator Forbes 2025, dengan estimasi pendapatan mencapai US$ 20 juta atau sekitar Rp 335 miliar, hasil dari iklan, kerja sama merek global, hingga lisensi komersial.
Dari buruh pabrik yang kehilangan pekerjaan hingga kreator global yang menjual bisnis bernilai belasan triliun rupiah, roda nasib Khaby Lame benar-benar berputar tajam—dan ia membuktikan bahwa kesederhanaan pun bisa menjadi kekuatan besar di era digital.
Khaby Lame Jual Bisnis Rp 16 T, Dari Buruh PHK Jadi Raja TikTok
. (net)