Tridinews.com - Dunia pendidikan di Bandung tengah berduka. Seorang pelajar SMP negeri berinisial ZAAQ ditemukan meninggal dunia di kawasan semak belukar eks objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/2) malam.
Peristiwa ini menyita perhatian publik setelah penemuan jasad korban viral di media sosial. ZAAQ pertama kali ditemukan oleh seorang kreator konten yang sedang melakukan siaran langsung TikTok. Potongan gambar dari lokasi kejadian sempat tersebar luas dan memicu keprihatinan banyak pihak.
Berikut rangkaian fakta memilukan di balik kepergian ZAAQ:
Sempat Dilaporkan Hilang
Kepala SMPN 26 Bandung, Titin Supriatin, mengungkapkan bahwa pihak keluarga telah melaporkan ZAAQ hilang sejak Selasa (10/2).
Ia menegaskan, informasi yang menyebut ZAAQ menghilang sejak Senin pagi tidak benar. Pada Senin (9/2), korban masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah hingga jam pelajaran berakhir.
Sekolah Pastikan Korban Hadir Lengkap
Berdasarkan catatan buku piket, keterangan wali kelas, dan penjaga sekolah, ZAAQ tercatat hadir penuh di kelas VII G pada hari terakhir ia terlihat.
Pihak sekolah pun telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk memastikan kronologi keberadaan korban sebelum dinyatakan hilang.
Simpang Siur Informasi
Setelah ZAAQ tak kunjung pulang, sempat beredar kabar di grup pesan singkat yang menyebut korban berada di Garut. Namun, informasi tersebut dipastikan tidak benar oleh pihak keluarga.
Laporan resmi ke kepolisian baru dilakukan setelah upaya pencarian mandiri tidak membuahkan hasil.
Sosok Pendiam dan Tak Pernah Bermasalah
Di mata para guru, ZAAQ dikenal sebagai siswa yang pendiam, santun, dan tidak pernah terlibat konflik.
“Tidak ada catatan negatif. Anaknya baik, lebih ke pendiam,” ujar Titin.
Namanya juga tidak pernah tercatat dalam Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di sekolah.
Latar Belakang Keluarga yang Memprihatinkan
ZAAQ merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Ia telah kehilangan ibundanya sejak duduk di bangku sekolah dasar. Sang ayah pun diketahui tengah mengalami sakit.
Menurut keterangan keluarga, ZAAQ termasuk anak yang tertutup dan jarang bercerita apabila menghadapi masalah.
Sekolah Ikut Terpukul
Pihak sekolah mengaku sangat terpukul atas kejadian ini. Selama ini, SMPN 26 Bandung aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman bagi siswa.
“Kejadian ini bukan hanya duka bagi keluarga, tapi juga bagi kami semua di sekolah,” ujar Titin dengan nada haru.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Kapolres Cimahi, Niko N. Adi Putra, membenarkan penemuan jasad tersebut. Saat ini, kepolisian masih mendalami penyebab pasti kematian ZAAQ.
Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Sartika Asih untuk dilakukan autopsi. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti di lokasi kejadian.
“Hasil autopsi akan menjadi dasar utama untuk mengungkap penyebab kematian korban,” kata Niko.
Tragedi ini menyisakan luka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan. Publik kini menanti hasil penyelidikan kepolisian agar kepergian ZAAQ dapat terungkap secara terang dan adil.
Fakta Tragis Siswa SMPN 26 Bandung Tewas di Eks Kampung Gajah
. (net)