Tridinews.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan tidak akan ada rekonstruksi Gaza sebelum kelompok Hamas dilucuti senjatanya.
Pernyataan itu disampaikan Netanyahu saat “Dewan Perdamaian” (Board of Peace) menggelar pertemuan perdananya di Washington, Amerika Serikat, yang dihadiri puluhan pemimpin dunia dan pejabat senior.
“Kami sepakat dengan sekutu kami, AS, bahwa tidak akan ada rekonstruksi Gaza sebelum demiliterisasi Gaza,” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi pada upacara militer, Kamis (19/2) waktu setempat.
Bahas Rekonstruksi dan Keamanan
Pertemuan tersebut berlangsung setelah Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir sebelumnya menengahi gencatan senjata pada Oktober lalu untuk menghentikan perang dua tahun di Jalur Gaza.
Presiden AS Donald Trump diperkirakan merinci komitmen bantuan lebih dari US$5 miliar untuk Gaza, wilayah yang sebagian besar infrastrukturnya hancur akibat konflik.
Selain rekonstruksi, pertemuan juga membahas pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang dirancang untuk menjaga keamanan di Gaza.
Masa Depan Hamas Jadi Isu Sensitif
Salah satu isu paling sensitif dalam pertemuan itu adalah masa depan Hamas, yang masih memiliki pengaruh di Gaza.
Perlucutan senjata Hamas menjadi tuntutan utama Israel dan poin kunci dalam negosiasi tahap lanjutan gencatan senjata. Pejabat AS, termasuk utusan khusus Trump, Steve Witkoff, menyatakan kemajuan signifikan sedang dicapai dan Hamas berada di bawah tekanan untuk menyerahkan senjata.
Israel juga mengusulkan pembatasan luas, termasuk penyitaan senjata kecil pribadi milik anggota Hamas.
Sikap tegas Netanyahu menunjukkan bahwa rekonstruksi Gaza akan sangat bergantung pada hasil negosiasi keamanan dan proses demiliterisasi di wilayah tersebut.
Netanyahu: Tak Ada Rekonstruksi Gaza Sebelum Hamas Dilucuti
. (net)