Media Asing Soroti Dukungan Indonesia ke Dewan Perdamaian Trump

media-asing-soroti-dukungan-indonesia-ke-dewan-perdamaian-trump . (net)

Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menggelar pertemuan perdana Board of Peace atau Dewan Perdamaian di Washington DC, Kamis (19/2/2026). Dalam forum tersebut, Trump menandatangani komitmen penggalangan dana bersama para pemimpin dunia, termasuk Presiden RI Prabowo Subianto.

Dewan yang diresmikan Trump saat Forum Ekonomi Dunia di Davos pada 15 Januari 2026 itu awalnya dibentuk untuk mengawasi implementasi gencatan senjata di Gaza. Namun, Trump menegaskan perannya dapat diperluas untuk menangani konflik global, menyerupai fungsi penjaga perdamaian PBB.

Indonesia Jadi Sorotan

Sikap Indonesia yang mendukung penuh Dewan Perdamaian menjadi perhatian media internasional. Majalah asal AS, Foreign Policy, dalam artikel berjudul “Why Indonesia Is All-In on Trump’s Board of Peace – Some Other Southeast Asian Countries Are Steering Clear” menilai langkah Jakarta berbeda dari negara Asia Tenggara lainnya.

Indonesia bahkan menawarkan hingga 8.000 prajurit untuk misi perdamaian di Gaza. Sekitar 1.000 personel disebut siap dikerahkan pada April, sementara sisanya direncanakan menyusul pada Juni.

Foreign Policy menilai langkah itu sejalan dengan ambisi Prabowo memperkuat citra Indonesia di panggung global. Sebelumnya, saat menjabat Menteri Pertahanan, Prabowo juga pernah menawarkan rencana perdamaian untuk Ukraina serta aktif mendorong peran pasukan penjaga perdamaian dalam pidatonya di Majelis Umum PBB.

Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, keterlibatan Indonesia di isu Palestina dinilai memiliki bobot simbolis yang kuat. Namun, media tersebut juga menyoroti potensi risiko politik domestik, mengingat isu Palestina sangat sensitif di dalam negeri dan Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Dibandingkan Negara Tetangga

Foreign Policy membandingkan posisi Indonesia dengan sejumlah negara Asia Tenggara lain.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan Israel harus menghentikan serangan dan membuka akses bantuan sebelum Malaysia mempertimbangkan bergabung.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan juga menyebut negaranya masih “menilai” undangan tersebut. Sementara Thailand belum mengambil keputusan final dan dikabarkan mempertimbangkan faktor biaya keanggotaan.

Lima Inti Pertemuan Perdana

Mengutip laporan Time, berikut sejumlah poin utama hasil pertemuan:

1. AS Janji Dana USD 10 Miliar

Trump mengumumkan kontribusi AS sebesar 10 miliar dolar AS untuk Dewan Perdamaian, meski belum merinci persetujuan Kongres.

2. Komitmen Pengiriman Pasukan

Indonesia, Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania berkomitmen mengirim pasukan untuk Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF). Indonesia disebut akan menjabat sebagai wakil komandan ISF.

3. Sembilan Negara Janji USD 7 Miliar

Sejumlah negara, termasuk Qatar, Arab Saudi, UEA, dan Kazakhstan, berjanji menyumbang total lebih dari 7 miliar dolar AS untuk Gaza. Badan PBB juga disebut akan menghimpun tambahan dana.

4. Dewan Akan “Mengawasi” PBB

Trump menyatakan Dewan Perdamaian hampir akan “mengawasi” kinerja PBB, seraya menilai organisasi tersebut belum mencapai potensi maksimalnya.

5. Iran Jadi Sorotan

Trump kembali menegaskan Iran sebagai ancaman stabilitas kawasan dan mendesak Teheran membuat kesepakatan, di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Langkah Indonesia bergabung secara aktif dalam Dewan Perdamaian dinilai membuka peluang diplomatik baru, tetapi juga membawa tantangan politik. Pemerintah Indonesia menegaskan pasukan yang dikirim akan berperan dalam misi kemanusiaan, perlindungan warga sipil, dan pelatihan aparat lokal.

Prabowo juga disebut siap mengevaluasi keikutsertaan Indonesia apabila Dewan Perdamaian tidak sejalan dengan prinsip dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Editor: redaktur

Komentar