Tridinews.com - Kelompok Hamas menyatakan sikapnya terkait pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) di Gaza. Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, mengatakan pihaknya menyambut kehadiran pasukan penjaga perdamaian, namun menolak segala bentuk campur tangan dalam urusan internal Gaza.
Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan perdana “Dewan Perdamaian” bentukan Presiden AS Donald Trump di Washington, yang mengumumkan pembentukan ISF. Sejumlah negara, termasuk Indonesia, disebut akan mengirimkan pasukan. Indonesia bahkan ditunjuk sebagai wakil komandan dalam misi tersebut.
“Posisi kami mengenai pasukan internasional sudah jelas. Kami menginginkan pasukan penjaga perdamaian yang memantau gencatan senjata dan memastikan pelaksanaannya, tanpa mencampuri urusan internal Gaza,” ujar Qassem.
Target 20.000 Personel
ISF ditargetkan memiliki 20.000 tentara serta membentuk pasukan polisi baru di Gaza. Indonesia telah menyatakan kesiapan mengirim hingga 8.000 prajurit secara bertahap.
Perwakilan tinggi untuk Gaza yang ditunjuk AS, Nickolay Mladenov, juga mengumumkan dimulainya perekrutan untuk pasukan polisi pasca-Hamas di wilayah tersebut.
Menanggapi hal itu, Qassem menyebut pelatihan pasukan polisi Palestina dalam kerangka nasional bukan masalah, selama bertujuan menjaga keamanan internal Gaza dan tidak menjadi alat kepentingan pihak luar.
Indonesia Siap Kirim Pasukan
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan Indonesia siap mengirim sekitar 1.000 prajurit pada tahap awal, dengan kemungkinan meningkat hingga 8.000 pada akhir Juni.
Jika terealisasi, kontribusi tersebut akan menjadi salah satu yang terbesar dalam misi penjaga perdamaian internasional. Namun, penempatan pasukan masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden Prabowo.
Selain Indonesia, Trump menyebut sejumlah negara lain yang berkomitmen bergabung dalam ISF, di antaranya Maroko, Kazakhstan, Kosovo, dan Albania.
Sikap Hamas yang menerima kehadiran pasukan penjaga perdamaian, namun menolak intervensi urusan internal, menjadi sinyal bahwa dinamika politik dan keamanan di Gaza masih akan terus berkembang dalam waktu dekat.
Hamas Sambut ISF, Tolak Campur Urusan Gaza
. (net)