Tridinews.com - Seorang anggota polisi muda, Bripda DP (19), yang bertugas di Polda Sulawesi Selatan, meninggal dunia dan diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya.
Bripda DP diketahui baru sekitar satu bulan berdinas di Direktorat Samapta (Ditsamapta) setelah lulus pendidikan kepolisian pada 2025. Ia merupakan alumni SMA Negeri 1 Pinrang dan dikenal kerabat sebagai pribadi baik tanpa riwayat masalah.
Suasana Duka di Pinrang
Rumah duka di Desa Pincara, Kecamatan Patampanua, Kabupaten Pinrang, Senin (23/2/2026), dipadati pelayat. Sejumlah karangan bunga berjajar di sekitar lokasi.
Upacara pelepasan jenazah rencananya dipimpin Kapolda Sulsel, Djuhandhani Rahardjo Puro. Wakapolres Pinrang Kompol Yusuf Badu menyebut Kapolda tengah dalam perjalanan menuju lokasi.
Jenazah Bripda DP telah diautopsi di RS Bhayangkara untuk memastikan penyebab kematian.
Dugaan Penganiayaan di Asrama
Peristiwa dugaan penganiayaan disebut terjadi di asrama Ditsamapta pada Minggu (22/2/2026) dini hari.
Ayah korban, Aipda Muhammad Jabir, mengungkapkan bahwa berdasarkan koordinasi dengan Bidang Propam, enam anggota polisi telah diperiksa. Mereka terdiri dari tiga rekan seangkatan (letting) dan tiga senior Bripda DP.
Dugaan penganiayaan mencuat setelah keluarga menemukan sejumlah luka memar pada tubuh almarhum. Pihak keluarga menduga luka tersebut akibat pukulan.
Tugas Ditsamapta
Direktorat Samapta merupakan satuan yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui patroli rutin, pengamanan kegiatan, pengendalian massa, hingga bantuan SAR saat kondisi darurat. Satuan ini umumnya diisi personel muda karena tuntutan kesiapan fisik dan mental yang tinggi.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan internal untuk mengungkap secara jelas penyebab kematian Bripda DP.
Bripda DP Diduga Tewas Dianiaya Senior
. (net)