Tridinews.com - Amerika Serikat dilaporkan menuntut Iran membongkar tiga fasilitas pengembangan nuklir utamanya serta menyerahkan seluruh stok uranium yang telah diperkaya dalam kesepakatan permanen tanpa batas waktu.
Menurut laporan The Wall Street Journal, tuntutan tersebut disampaikan dalam putaran ketiga negosiasi nuklir antara AS dan Iran yang berlangsung di Jenewa, Kamis.
Dalam perundingan itu, Washington disebut mendesak Teheran menutup fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Selain itu, Iran juga diminta menyerahkan seluruh cadangan uranium diperkaya yang diperkirakan mencapai sekitar 10.000 kilogram kepada pihak AS.
Tak hanya itu, AS menginginkan kesepakatan yang dicapai nantinya bersifat permanen atau tidak memiliki masa kedaluwarsa.
Terkait pengayaan uranium, Washington disebut menganut kebijakan toleransi nol. Meski demikian, ada kemungkinan Iran tetap diizinkan mengoperasikan reaktor di Teheran untuk pengayaan tingkat rendah dan sangat terbatas, khususnya untuk kebutuhan medis.
Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengakui bahwa saat ini Iran tidak sedang melakukan pengayaan uranium. Namun, AS hanya menawarkan keringanan sanksi dalam jumlah terbatas pada tahap awal, dengan janji pelonggaran lanjutan jika Iran menunjukkan kepatuhan berkelanjutan.
Laporan Axios menyebut perundingan di Jenewa berlangsung dalam dua format, yakni tidak langsung dan langsung, meskipun kedua pihak belum secara terbuka mengonfirmasi adanya dialog tatap muka.
AS juga dikabarkan memberi sinyal fleksibilitas terhadap permintaan Iran untuk mempertahankan hak memperkaya uranium, asalkan Teheran dapat memberikan jaminan bahwa aktivitas tersebut tidak mengarah pada pengembangan senjata nuklir.
Meski Washington pada akhirnya ingin Iran membatasi program rudal balistik serta dukungan terhadap kelompok proksi di kawasan, isu-isu tersebut belum menjadi fokus utama dalam perundingan kali ini yang dipusatkan pada persoalan nuklir.
Negosiasi di Jenewa ini menjadi yang terpanjang dari tiga sesi perundingan yang dimediasi oleh Oman, dengan durasi lebih dari tiga setengah jam dan diperkirakan akan berlanjut.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, menyebut pembicaraan berlangsung dalam suasana “intensif dan serius”. Ia mengatakan kedua pihak telah menyampaikan proposal yang dinilai signifikan dan praktis terkait isu nuklir serta pembebasan sanksi.
Baghaei juga menyinggung adanya pernyataan yang dinilai kontradiktif dari sejumlah pejabat AS selama proses negosiasi. Hingga kini, pihak Washington belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil perundingan tersebut.
AS Desak Iran Bongkar Fasilitas Nuklir Utama
. (net)