Banjir Sibolga: 8 Tewas, 21 Hilang, Ribuan Warga Terdampak

banjir-sibolga-8-tewas-21-hilang-ribuan-warga-terdampak . (net)

Tridinews.com - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Nias memastikan delapan korban tewas akibat banjir bandang dan longsor di Kota Sibolga, Sumatra Utara, berhasil ditemukan. Selain itu, masih ada 21 warga yang dinyatakan hilang.

Sempat muncul kabar bahwa Ketua Pengadilan Agama Sibolga, M. Azhar Hasibuan, masuk daftar korban hilang. Namun, Kepala SAR Nias, Putu Arga Sudjarwadi, memastikan yang bersangkutan sudah tiba di Posko SAR dalam keadaan selamat bersama keluarganya.

Menurut Putu, seluruh personel SAR dikerahkan untuk menyisir wilayah banjir. Sejumlah kecamatan terdampak meliputi Badiri, Pinangsori, Lumut, Sarudik, Tukka, Pandan, Tapian Nauli, hingga Kolang. Sementara itu, longsor terjadi di beberapa titik seperti Badiri, Sibabangun, Lumut, Sarudik, dan Tapian Nauli.

Hingga Rabu siang, banjir masih menggenangi berbagai wilayah, termasuk Jalan Sibuluan Nauli dan Simpang Tukka–Sibuluan Baru. Sejumlah infrastruktur rusak, seperti Jembatan Fransiskus yang putus serta longsor di kawasan Matauli. Alat berat sudah dikerahkan untuk membuka akses jalan.

Lebih dari 200 warga kini mengungsi di GOR Pandan, dan jumlahnya diperkirakan terus bertambah.

Ribuan KK Terdampak

Data sementara mencatat ribuan kepala keluarga terdampak banjir di Sibolga dan Tapanuli Tengah, antara lain:

Pandan: 150 KK

Sarudik: 338 KK

Barus: 65 KK

Kolang: 1.261 KK

Tukka: 10 KK

Lumut: 78 KK

Empat Korban Sekeluarga Meninggal

Jumlah korban meninggal terus bertambah, termasuk empat orang dari satu keluarga di Tapanuli Tengah. Mereka adalah Dewi Hutabarat (33), Tio Arta Rouli Lumbantobing (7), Vania Aurora Lumbantobing (4), dan Ilona Lumbantobing (3).

Putu menjelaskan bahwa longsor melanda sedikitnya tujuh kecamatan. Debit air Bendungan PLTA Sipan Sipahoras juga terpaksa dibuka karena meningkat drastis, membuat banjir kian parah. Hingga sore hari, hujan belum mereda sehingga risiko longsor terus meningkat.

Tim SAR, termasuk personel Pos SAR Sibolga dan ABK KN SAR Nakula, masih berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengevakuasi warga yang terjebak.

13 Korban Jiwa di Batangtoru

Sementara itu, bencana di Batangtoru, Tapanuli Selatan, menelan 13 korban jiwa. Kepala Puskesmas Batangtoru, Erlida Batubara, menyebut jumlahnya bertambah dari enam ke 13 setelah beberapa jasad berhasil dievakuasi dari tiga desa terdampak: Garoga, Huta Godang, dan Garoga.

Sebagian besar korban berasal dari Garoga dan Huta Godang, sementara satu korban tercatat sebagai warga Pandan, Tapteng.

Berikut identitas 13 korban di Batangtoru telah terdata lengkap, kecuali satu jenazah yang masih berstatus Mister X.

Upaya pencarian, evakuasi, dan pendataan korban masih berlangsung di tengah cuaca yang belum membaik. Tim SAR berusaha maksimal menjangkau seluruh wilayah terdampak meski akses banyak yang terputus.

Editor: redaktur

Komentar