Tridinews,com - Bencana banjir dan longsor melanda 12 kabupaten/kota di Sumatera Utara sejak Senin (24/11/2025). Dalam hitungan hari, bencana ini menelan 34 korban jiwa dan 52 orang lainnya masih dinyatakan hilang. Ribuan warga kini mengungsi dalam kondisi serba terbatas.
Untuk mempercepat penanganan darurat, pemerintah pusat melalui Kemendagri dan BNPB mendirikan posko nasional di Tapanuli Utara. Posko ini nantinya menjadi pusat logistik udara untuk menyalurkan bantuan ke sejumlah wilayah yang masih terisolasi akibat longsor dan putusnya akses jalan.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menyebut pihaknya terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah. “Malam ini kami siapkan posko nasional di Taput, karena kami rencanakan menjadi pusat logistik udara,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).
Tim Kemendagri sudah berada di Taput dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan. Di sisi lain, BNPB menyiapkan penerbangan pesawat caravan charter pada Kamis (27/11) untuk meninjau Sibolga dan Tapanuli Tengah sekaligus mengirim bantuan. Helikopter logistik dijadwalkan bisa mendarat pada Jumat (28/11) sore.
Namun kondisi di lapangan masih sangat berat. “Tim PU dan BPBD terus berupaya membuka jalan. Tapi longsor susulan terus terjadi karena hujan,” kata Safrizal.
Aiptu Walpon Baringbing dari Polres Taput mengatakan tim gabungan—TNI, Polri, BPBD, hingga Satpol PP—masih mencari puluhan korban hilang. Lokasi pencarian berada di tebing-tebing curam dengan akses minim, sementara hujan deras terus mengguyur.
Laporan dari lokasi menyebut warga pengungsi kekurangan makanan, pakaian, dan akses komunikasi. Listrik padam dan jalan tertutup longsor membuat bantuan sulit masuk. Kondisi posko pun semakin memprihatinkan.
BNPB mengungkap bencana ini dipicu curah hujan ekstrem yang diperparah oleh Siklon Tropis KOTO serta bibit siklon 95B. Dampaknya meluas hingga Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Sebelumnya, Mendagri telah mengeluarkan surat edaran tentang kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Upaya konsolidasi dilakukan melalui rapat koordinasi virtual yang melibatkan seluruh BPBD dan unsur terkait dari berbagai daerah.
Kini warga Taput dan wilayah terdampak lain masih bertahan di pengungsian dengan pasokan terbatas. Mereka menunggu bantuan tiba di tengah cuaca buruk yang belum menunjukkan tanda mereda.
Banjir Sumut Tewaskan 34 Orang, Posko Nasional Berdiri di Taput
. (net)