Tumbler Hilang di KRL, Anita Dewi Minta Maaf Usai Insiden Viral

tumbler-hilang-di-krl-anita-dewi-minta-maaf-usai-insiden-viral . (net)

Tridinews.com - Anita Dewi, penumpang KRL Tanah Abang–Rangkasbitung, akhirnya meminta maaf setelah keluhannya soal tumbler hilang di media sosial memicu kegaduhan dan menyeret nama seorang petugas KAI, Argi Budiansyah. Kasus ini sempat menjadi sorotan karena muncul kabar bahwa Argi diberhentikan akibat laporan Anita.

Melalui video yang diunggah di akun Instagram suaminya, @alvinhrrs, Anita dan Alvin menyampaikan permintaan maaf kepada Argi dan semua pihak yang terdampak. Keduanya mengaku menyesal karena cara mereka menyikapi insiden itu dinilai tidak bijak dan menimbulkan konsekuensi besar bagi orang lain.

Mereka berjanji akan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati saat menyampaikan keluhan di ruang publik.

Kronologi Hilangnya Tumbler

Insiden bermula ketika Anita menyadari cooler bag miliknya tertinggal di bagasi gerbong khusus wanita pada Senin malam (24/11/2025). Setelah turun di Stasiun Rawa Buntu, ia melapor kepada petugas. Tas tersebut kemudian ditemukan dan diterima oleh petugas bernama Argi sebelum disimpan di ruang Walka.

Keesokan harinya, Anita mengambil tas itu di Stasiun Rangkasbitung, tetapi mendapati tumbler di dalamnya sudah hilang. Melalui unggahan di Threads, ia menilai petugas KAI tidak bertanggung jawab dan meminta rekaman CCTV untuk menelusuri kejadian itu.

Unggahan tersebut kemudian viral dan memicu rumor bahwa Argi dipecat. Dalam pesan kepada Alvin, Argi mengaku dirinya diberhentikan dan menyebut unggahan Anita membuat posisinya terancam. Ia juga membantah mengambil tumbler itu dan sempat menawarkan untuk menggantinya.

Argi menuliskan kronologinya sendiri, menjelaskan bahwa ia hanya menerima tas itu, meletakkannya di ruang PS, lalu kembali bertugas karena situasi stasiun sedang ramai. Ketika ia kembali, tas sudah dipindahkan ke lemari penyimpanan.

KAI Bantah Pecat Petugas

KAI Commuter memastikan bahwa Argi tidak diberhentikan. Melalui pernyataan resmi di Instagram @commuterline, perusahaan menegaskan bahwa tidak ada pemecatan terkait kasus ini karena semua proses kepegawaian harus mengikuti regulasi ketenagakerjaan.

KAI juga mengingatkan bahwa seluruh barang tertinggal dapat diambil melalui layanan lost and found di setiap stasiun sesuai prosedur.

Editor: redaktur

Komentar