Tridinews.com - TNI Angkatan Udara menegaskan kesiapan besar mereka untuk bergabung dalam misi perdamaian di Gaza, Palestina. Total 3.650 personel, mulai dari penerbang hingga pasukan khusus, telah disiapkan untuk memperkuat Brigade Komposit yang akan bertugas bersama TNI AD dan AL.
Asisten Teritorial KSAU, Marsda TNI Palito Sitorus, menjelaskan bahwa personel yang dikerahkan mencakup beragam keahlian—pilot, Korpasgat, tenaga kesehatan, hingga tim Pusat Geospasial. Semua elemen yang dibutuhkan sudah dipersiapkan sejak dini.
“Semua yang dibutuhkan di sana sudah kami siapkan. Sekitar 3.650 orang,” ujar Palito setelah menghadiri acara Sambung Rasa TNI AU di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Untuk mendukung operasi, TNI AU juga menyiapkan pesawat angkut seperti C-130 Hercules. Namun jumlah pesawat yang diterbangkan masih menunggu keputusan akhir berdasarkan kebutuhan misi.
Sebelumnya dipaparkan bahwa komposisi pasukan yang akan dikirim ke Gaza terdiri dari 60% TNI AD, 25% TNI AL, dan 15% TNI AU, menjadikan ribuan personel AU bagian penting dari operasi kemanusiaan ini.
Dukungan Diplomatik dan Catatan PBB
Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa Indonesia siap mendukung misi perdamaian Gaza, namun keikutsertaan TNI harus berada dalam mandat resmi Dewan Keamanan PBB. DPR RI juga meminta pemerintah berhati-hati dalam mengambil keputusan, agar operasi tetap sah secara hukum internasional.
TNI sendiri masih menunggu mandat final dari PBB serta keputusan politik nasional terkait jumlah personel yang akan diberangkatkan.
Rencana Politik Tingkat Tinggi
Presiden Prabowo Subianto tengah menimbang rencana Indonesia bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) untuk Gaza. Menteri Pertahanan Sjarie Sjamsoeddin sebelumnya menyebutkan bahwa Indonesia menyiapkan hingga 20 ribu prajurit untuk misi ini—bukan hanya untuk operasi tempur, tetapi juga konstruksi, kesehatan, dan dukungan teknis untuk pemulihan Gaza.
Komitmen RI untuk Perdamaian Dunia
Kesiapan TNI AU mengirim ribuan personel menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. Meski begitu, langkah akhir tetap bergantung pada mandat PBB dan persetujuan politik nasional.
Langkah ini menjadi simbol bahwa peran Indonesia dalam perdamaian global bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata di lapangan—khususnya untuk rakyat Gaza yang masih menghadapi krisis kemanusiaan.
Indonesia Siapkan 3.650 Personel TNI AU untuk Misi Gaza
. (net)