693 Warga Pulau Siau Masih Mengungsi Usai Banjir Bandang

693-warga-pulau-siau-masih-mengungsi-usai-banjir-bandang . (net)

Tridinews.com – Sebanyak 693 warga dari sejumlah kampung dan kelurahan di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, masih bertahan di lokasi pengungsian setelah banjir bandang melanda wilayah tersebut pada Senin (5/1).

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, mengatakan para pengungsi saat ini tersebar di beberapa posko utama.

“Posko pengungsian berada di Museum Sitaro di Kelurahan Tarorane, Gereja GMIST Bethabara Paseng di Kelurahan Paseng, Kantor Lurah Bahu, serta Gereja Advent Bahu,” ujar Sonny di Manado, Rabu.

Berdasarkan laporan situasi terkini pada Selasa (6/1), jumlah pengungsi terbanyak berasal dari Kampung Bahu dengan 261 orang. Disusul Kampung Paseng sebanyak 116 orang dan Kampung Bumbiha sebanyak 93 orang.

Selain itu, warga Kampung Peling yang mengungsi tercatat sebanyak 63 orang, Kampung Laghaeng 67 orang, serta Kampung Batusenggo sebanyak 93 orang. Sebagian warga lainnya memilih mengungsi ke rumah keluarga yang dinilai lebih aman.

“Warga ada juga yang mengungsi ke rumah-rumah keluarga,” jelas Sonny.

Untuk memastikan kondisi kesehatan para pengungsi, BPBD bersama Dinas Kesehatan telah menurunkan tim medis. Tim kesehatan disiagakan di posko pengungsian Museum Sitaro dan Gereja GMIST Bethabara Paseng.

Selain itu, tim kesehatan juga bergerak langsung ke sejumlah lokasi terdampak yang sulit dijangkau kendaraan, seperti Kampung Bumbiha, Peling, Laghaeng, Batusenggo, Beong, dan Salili.

Sonny menambahkan, pasokan obat-obatan telah disalurkan dari gudang farmasi Dinas Kesehatan Sitaro. Bantuan tambahan berupa obat-obatan dan logistik kesehatan juga telah diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara.

“Bantuan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya masih sangat dibutuhkan untuk menunjang pelayanan kesehatan di lokasi bencana maupun di posko pengungsian,” ujarnya.

Sementara itu, dalam laporan situasi terkini pascabanjir bandang 5 Januari 2026, tercatat sebanyak 16 orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang. Upaya pencarian dan penanganan dampak bencana terus dilakukan oleh tim gabungan.

Editor: redaktur

Komentar