Senator AS Ancam Trump Akan Bunuh Pemimpin Tertinggi Iran

senator-as-ancam-trump-akan-bunuh-pemimpin-tertinggi-iran . (net)

Tridinews.com - Senator Amerika Serikat Lindsey Graham melontarkan peringatan keras kepada pemerintah Iran di tengah gelombang protes besar yang melanda negara tersebut. Ia menyebut Presiden AS Donald Trump tidak akan tinggal diam jika otoritas Iran terus menindak keras para demonstran yang menuntut kehidupan yang lebih baik.

“Kepada para Ayatollah, kalian harus memahami ini. Jika kalian terus membunuh rakyat kalian yang menuntut kehidupan yang lebih baik, Donald J. Trump akan membunuh kalian,” kata Graham dalam wawancara dengan Fox News, Selasa.

Dalam pernyataannya, Graham juga menegaskan bahwa perubahan besar menurutnya akan segera terjadi di Iran. Ia menggambarkan situasi ini sebagai pergeseran paling signifikan dalam sejarah Timur Tengah dengan tujuan menyingkirkan rezim yang ia sebut sebagai “rezim Nazi”.

“Kepada rakyat Iran, bantuan sedang menuju ke sana,” ujar Graham menambahkan.

Iran sendiri dalam beberapa pekan terakhir diguncang aksi protes besar-besaran akibat memburuknya kondisi ekonomi nasional. Nilai tukar mata uang rial terus melemah dan dilaporkan telah menembus angka 1.350.000 per dolar AS, memicu kemarahan publik.

Sejumlah laporan juga menyebutkan terjadinya insiden kekerasan dalam rangkaian demonstrasi tersebut. Beberapa korban jiwa dilaporkan jatuh, baik dari kalangan pengunjuk rasa maupun aparat kepolisian, di berbagai kota.

Peringatan dari Senator Graham muncul tak lama setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui bahwa sebagian tuntutan para pengunjuk rasa bersifat wajar. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi aksi-aksi yang dianggap sebagai kerusuhan.

Untuk meredakan ketegangan, pemerintah Iran disebut telah menggelar beberapa putaran dialog dengan perwakilan pedagang dan pemilik toko. Meski begitu, situasi dinilai masih terus memburuk, terutama di ibu kota Teheran.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump juga sempat menyatakan bahwa Washington akan “datang untuk menyelamatkan” para pengunjuk rasa apabila Teheran menggunakan kekuatan mematikan. Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pejabat tinggi Iran.

Sumber: Anadolu

Editor: redaktur

Komentar