Pakistan–Afghanistan Berbalas Serangan

pakistanafghanistan-berbalas-serangan . (net)

Tridinews.com - Ketegangan antara Pakistan dan Afghanistan kembali memanas setelah Pakistan melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah Afghanistan, termasuk ibu kota Kabul, pada Jumat (27/2).

Pemerintahan Taliban yang berkuasa di Afghanistan mengumumkan telah melancarkan serangan balasan terhadap pusat-pusat militer Pakistan sebagai respons atas gempuran tersebut.

Klaim Korban Berbeda

Otoritas Pakistan mengklaim serangan militernya menewaskan 133 petempur Taliban Afghanistan dan melukai lebih dari 200 orang. Juru bicara kantor Perdana Menteri Pakistan, Mosharraf Zaidi, juga menyebut 27 pos Taliban dihancurkan dan sembilan lainnya direbut, serta puluhan alutsista dihancurkan.

Sebaliknya, pihak Taliban melalui wakil juru bicara pemerintahnya, Hamdullah Fitrat, mengklaim serangan balasan telah menewaskan 55 tentara Pakistan dan merebut 19 pos militer. Beberapa tentara Pakistan juga disebut ditangkap.

Namun Menteri Informasi Pakistan Attaullah Tarar menyebut korban di pihaknya hanya dua tentara tewas dan tiga lainnya luka-luka.

Latar Belakang Konflik

Pertempuran terbaru ini terjadi setelah gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak Oktober tahun lalu, yang dimediasi oleh Qatar dan Turki. Gencatan itu sebelumnya diharapkan meredakan gelombang kekerasan lintas perbatasan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menuduh militer Pakistan melancarkan serangan udara ke wilayah Kabul, Kandahar, dan Paktia. Ia menyebut operasi balasan telah dimulai dari Kandahar dan Helmand.

Di sisi lain, Kementerian Informasi Pakistan menyatakan serangan tersebut merupakan respons atas serangan lebih dulu yang dilancarkan pasukan Taliban pada Kamis (26/2). Pakistan menyebut serangan Afghanistan sebelumnya sebagai tindakan “tanpa provokasi”.

Korban Militer dan Sipil

Kementerian Pertahanan Afghanistan menyebut delapan tentaranya tewas dan 11 lainnya luka-luka akibat serangan terbaru. Selain itu, sekitar 13 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan terluka ketika serangan menghantam kamp pengungsi di Nangarhar.

Situasi di perbatasan kedua negara kini kembali memanas, dengan masing-masing pihak saling mengklaim kemenangan dan jumlah korban yang berbeda signifikan.

Editor: redaktur

Komentar