Trump Sebut Serangan Balik Iran Lebih Kecil

trump-sebut-serangan-balik-iran-lebih-kecil . (net)

Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menilai serangan balasan Iran ke sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah tidak sebesar yang diperkirakan sebelumnya.

Iran meluncurkan serangan tersebut sebagai respons atas operasi militer gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Sejumlah instalasi militer Amerika menjadi sasaran, termasuk Al Udeid Air Base di Qatar, Al-Salem Air Base di Kuwait, Al Dhafra Air Base di Uni Emirat Arab, serta markas United States Fifth Fleet di Bahrain.

Dalam wawancara dengan CBS News yang dikutip Al Jazeera, Trump mengatakan skala serangan tersebut lebih kecil dari ekspektasi awal Washington.

“Lebih kecil dari yang kami duga. Kami pikir akan dua kali lipat lebih besar,” ujarnya.

Korban dan Dampak di UEA

Di Uni Emirat Arab, serangan drone dan rudal dilaporkan menyasar beberapa titik, termasuk Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi.

Akibat serangan drone, satu orang dilaporkan tewas dan tujuh lainnya mengalami luka-luka. Otoritas bandara menyatakan tengah menangani dampak insiden tersebut. Korban meninggal disebut sebagai warga negara Asia dan menjadi korban kedua di UEA sejak rangkaian serangan dimulai.

Sementara itu, di Bahrain, serangan menyebabkan kerusakan material di area bandara, namun tidak menimbulkan korban jiwa.

Klaim Posisi Tawar Menguat

Di tengah ketegangan yang masih berlangsung, Trump juga menyebut situasi terbaru justru membuka peluang lebih besar bagi jalur diplomasi, khususnya terkait program nuklir Iran.

Menurutnya, posisi Amerika Serikat kini lebih kuat untuk mendorong negosiasi. “Jauh lebih mudah sekarang dibandingkan sehari yang lalu, jelas,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa Iran saat ini sedang berada dalam tekanan berat.

Pernyataan tersebut muncul ketika kawasan Timur Tengah masih berada dalam situasi siaga tinggi. Sejumlah negara memperketat pengamanan, terutama di sekitar instalasi militer dan infrastruktur strategis, guna mengantisipasi kemungkinan eskalasi lanjutan.

Perkembangan terbaru ini menambah panjang daftar ketegangan antara Washington dan Teheran, sekaligus membuka babak baru dalam dinamika konflik dan diplomasi di kawasan.

Editor: redaktur

Komentar