Tridinews.com - Ketidakpastian menyelimuti Iran setelah laporan tewasnya Pemimpin Tertinggi, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Namun, pengamat menilai Teheran kemungkinan sudah menyiapkan skenario transisi kekuasaan.
Peneliti senior di Stimson Center, Barbara Slavin, mengatakan Iran hampir pasti memiliki rencana jika pemimpin berusia 86 tahun itu wafat.
“Kemungkinan akan ada dewan yang dibentuk untuk mengelola negara. Bahkan bisa jadi dewan itu sudah menjalankan pemerintahan sejauh yang kita ketahui,” ujar Slavin, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (1/3/2026).
Khamenei memimpin Iran sejak 1989 sebagai otoritas politik dan keagamaan tertinggi, sekaligus figur sentral dalam strategi pertahanan dan kebijakan luar negeri negara tersebut.
Trump dan Klaim Kemenangan
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan.
“Ini bukan hanya keadilan bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi seluruh rakyat Amerika yang hebat,” tulis Trump.
Ia juga menyebut “sebagian besar” pimpinan senior Iran telah tiada. Dalam wawancara terpisah yang dikutip media AS, Trump mengatakan pihaknya merasa laporan kematian Khamenei adalah “cerita yang benar”.
Slavin menilai, langkah selanjutnya sangat bergantung pada bagaimana Trump mendefinisikan kemenangan. Jika kematian Khamenei dianggap cukup, ia bisa saja mengklaim sukses dan menghentikan operasi dalam waktu singkat.
“Itu sangat sesuai dengan karakternya. Ia bisa saja mengklaim telah terjadi perubahan rezim, meskipun pada dasarnya sistem yang sama masih tetap berjalan,” kata Slavin.
Sikap Israel dan Laporan Intelijen
Sejumlah pejabat Israel menyatakan hampir yakin Khamenei tewas. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut telah diperlihatkan bukti, termasuk foto jenazah yang ditemukan di reruntuhan bangunan.
Media Israel i24 bahkan melaporkan adanya rekaman visual yang diklaim menunjukkan jasad Khamenei, meski belum dipublikasikan ke publik.
Kantor berita internasional seperti Reuters dan Axios juga mengutip pejabat Israel yang mengonfirmasi, berdasarkan laporan intelijen, Khamenei diyakini telah meninggal.
“Aksi Teatrikal”?
Terkait peran Israel, Slavin menyebut serangan tersebut sebagai “aksi teatrikal”. Ia menilai Israel memanfaatkan momentum untuk menghantam sebanyak mungkin target strategis guna melemahkan rezim Iran.
Meski demikian, Slavin menekankan bahwa sistem politik Iran tidak semata bergantung pada satu figur. Struktur kelembagaan yang telah terbentuk selama puluhan tahun dinilai tetap mampu berjalan, meskipun menghadapi tekanan besar.
Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian dunia kini tertuju pada bagaimana proses suksesi akan berlangsung dan apakah konflik akan mereda atau justru semakin meluas.
Iran Disebut Siapkan Dewan Transisi Usai Khamenei
. (net)