Reza Pahlavi Siap Pimpin Transisi Iran usai Khamenei Tewas

reza-pahlavi-siap-pimpin-transisi-iran-usai-khamenei-tewas . (net)

Tridinews.com - Putra mahkota terakhir Iran yang kini hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, menyatakan kesiapannya memimpin masa transisi menuju Iran yang demokratis dan sekuler. Pernyataan itu muncul di tengah klaim bahwa rezim Republik Islam berada di ambang keruntuhan setelah laporan tewasnya Ali Khamenei.

Dalam artikel opini di The Washington Post berjudul “Thanks to President Trump, the hour of Iran’s freedom is at hand”, Pahlavi menyebut momentum saat ini sebagai titik balik sejarah bagi rakyat Iran.

Sebagai putra sulung Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, ia menilai operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel—yang dinamai “Operation Epic Fury”—telah mengubah peta kekuasaan di Teheran. Operasi tersebut, menurut klaim pemerintah AS dan Israel, menewaskan Khamenei.

Pahlavi menggambarkan rezim yang dipimpin Khamenei sebagai sponsor terorisme terbesar di dunia dan menudingnya sebagai sumber penderitaan panjang rakyat Iran. Ia juga mengapresiasi dukungan Presiden AS Donald Trump, yang dalam pengumumannya disebut menyampaikan pesan langsung kepada rakyat Iran bahwa “saat kebebasan kalian telah tiba.”

Minta Pendukung Tetap Waspada

Meski menyebut kematian Khamenei sebagai tanda berakhirnya Republik Islam secara de facto, Pahlavi mengingatkan para pendukungnya agar tidak mengendurkan perjuangan.

Melalui pesan yang dibagikan di platform X pada Minggu (1/3/2026), ia menegaskan runtuhnya seorang pemimpin bukan berarti perjuangan selesai. Ia menyerukan kesiapan untuk aksi massa besar-besaran guna memastikan transisi kekuasaan berjalan sepenuhnya.

“Waktu untuk kehadiran yang luas dan menentukan di jalan-jalan sudah sangat dekat. Bersama-sama, bersatu dan teguh, kita akan mewujudkan kemenangan akhir,” tulisnya.

Dalam pesan panjangnya, Pahlavi juga menyerukan kepada militer dan aparat keamanan Iran agar tidak mempertahankan rezim yang menurutnya sedang runtuh. Ia menyebut momen ini sebagai kesempatan terakhir untuk berpihak pada rakyat dan membantu mewujudkan masa depan Iran yang bebas dan makmur.

Transisi atau Ketidakpastian?

Pahlavi meyakini setiap upaya sisa-sisa rezim menunjuk pengganti Khamenei akan gagal karena kehilangan legitimasi, baik di dalam negeri maupun di mata internasional.

Namun, di tengah seruan optimistis tersebut, situasi di Iran masih penuh ketidakpastian. Struktur kekuasaan Republik Islam selama ini tidak hanya bertumpu pada satu figur, melainkan juga pada institusi-institusi politik, militer, dan keagamaan yang telah mengakar selama puluhan tahun.

Kini, perhatian dunia tertuju pada bagaimana dinamika internal Iran berkembang—apakah benar menuju transisi besar seperti yang diharapkan Pahlavi, atau justru memasuki fase baru yang tak kalah kompleks.

Editor: redaktur

Komentar