Thaksin Shinawatra Bebas dari Penjara, Politik Thailand Memanas

thaksin-shinawatra-bebas-dari-penjara-politik-thailand-memanas . (net)

Tridinews.com - Mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra resmi dibebaskan lebih awal dari penjara di Bangkok pada Senin (11/5), setelah menjalani hukuman delapan bulan atas kasus korupsi.

Miliarder telekomunikasi berusia 76 tahun itu sebelumnya dijatuhi hukuman satu tahun penjara, namun mendapat pembebasan lebih cepat dengan syarat menjalani masa percobaan selama empat bulan dan wajib mengenakan alat pemantau elektronik.

Dilansir AFP, Thaksin langsung disambut hangat oleh keluarga dan ratusan pendukungnya yang telah menunggu di luar penjara.

Banyak dari mereka mengenakan kemeja merah, simbol khas pendukung setia Thaksin, sambil meneriakkan dukungan seperti “kami mencintai Thaksin”.

Momen tersebut menandai babak baru perjalanan politik salah satu tokoh paling berpengaruh dan paling kontroversial di Thailand dalam dua dekade terakhir.

“Thaksin mungkin akan absen selama beberapa bulan, tetapi dia tidak akan meninggalkan politik,” kata Janthana Chaidej, salah satu pendukungnya yang rela mengambil cuti kerja demi menyambut pembebasan sang mantan PM.

Usai keluar dari penjara, Thaksin sempat berbicara singkat kepada wartawan dan mengaku merasa lega setelah menjalani masa tahanan.

“Saya berhibernasi selama delapan bulan,” ujarnya sambil tersenyum.

Meski telah bebas, Thaksin masih harus menghadapi kasus pidana lain yang masih tertunda.

Ia juga akan menjalani masa percobaan hingga September mendatang.

Nama Thaksin sendiri telah lama menjadi pusat pertarungan politik Thailand.

Selama lebih dari 20 tahun, mesin politik yang dibangunnya menjadi rival utama kelompok elite pro-militer dan pro-kerajaan yang menilai gaya populisnya sebagai ancaman terhadap tatanan tradisional negara.

Partainya, Pheu Thai Party, menjadi salah satu kekuatan politik paling dominan di Thailand pada abad ke-21.

Keluarga Shinawatra bahkan telah melahirkan empat perdana menteri dan memperoleh dukungan besar dari masyarakat pedesaan serta kelompok akar rumput.

Namun, dalam pemilu Februari lalu, Pheu Thai mencatat hasil terburuknya dengan turun ke posisi ketiga.

Hasil itu memunculkan banyak pertanyaan mengenai masa depan pengaruh politik keluarga Shinawatra di Thailand.

Meski begitu, masuknya Pheu Thai ke dalam koalisi pemerintahan Perdana Menteri Anutin Charnvirakul membuka peluang baru bagi Thaksin untuk kembali memainkan peran penting di panggung politik nasional.

Pengamat politik menilai pembebasan ini bisa menjadi momentum kebangkitan kembali pengaruh Thaksin.

“Ini akan memperkuat Pheu Thai dalam jangka pendek karena orang-orang akan merasa bahwa pemilik Pheu Thai telah kembali,” kata dosen ilmu politik Wanwichit Boonprong.

Dengan bebasnya Thaksin, dinamika politik Thailand diperkirakan kembali memanas, terutama menjelang berbagai manuver politik baru yang mungkin muncul dalam waktu dekat.


Editor: redaktur

Komentar