Tridinews.com - OpenAI resmi menghentikan operasional aplikasi pembuat video berbasis kecerdasan buatan (AI) mereka, Sora. Keputusan ini cukup mengejutkan, mengingat Sora baru dirilis sebagai aplikasi mandiri pada 2025 dan sempat menjadi perbincangan luas di industri teknologi maupun kreatif.
Pengumuman penutupan Sora disampaikan langsung oleh tim pengembang melalui media sosial X. Dalam pernyataannya, mereka mengucapkan terima kasih kepada para pengguna yang telah berkarya, berbagi, dan membangun komunitas di sekitar platform tersebut.
“Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua orang yang berkarya bersama Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih,” tulis tim Sora.
Meski demikian, OpenAI tidak menjelaskan secara rinci alasan di balik penghentian layanan ini. Mereka hanya menyebut akan segera memberikan informasi lanjutan, termasuk jadwal penutupan penuh aplikasi dan API, serta panduan bagi pengguna untuk menyimpan hasil karya mereka.
Penutupan ini juga berdampak langsung pada fitur lain. Kemampuan pembuatan video berbasis teks yang sebelumnya terintegrasi dalam ChatGPT turut dihentikan.
Sora sendiri sempat digadang-gadang sebagai terobosan besar dalam teknologi AI. Diluncurkan pertama kali pada Februari 2024 dalam tahap pratinjau, teknologi ini mampu menghasilkan video yang sangat realistis hanya dari perintah teks. Versi penuh dirilis pada Desember 2024, sebelum akhirnya hadir sebagai aplikasi mandiri pada September 2025.
Namun, di balik kecanggihannya, Sora juga menuai berbagai kontroversi. Salah satu yang paling disorot adalah sistem opt-out, yang mengharuskan pemilik karya secara aktif meminta agar kontennya tidak digunakan dalam pelatihan AI. Kebijakan ini dinilai merugikan kreator karena berpotensi memanfaatkan karya tanpa izin eksplisit.
Kritik juga datang dari berbagai pihak di industri kreatif global. Salah satunya dari kelompok industri konten Jepang yang menaungi studio besar seperti Studio Ghibli, yang secara terbuka meminta OpenAI menghentikan penggunaan karya mereka untuk melatih model AI.
Di sisi lain, OpenAI sebelumnya sempat menjalin kerja sama besar dengan Disney. Dalam kesepakatan lisensi selama tiga tahun, Sora direncanakan mampu membuat video menggunakan lebih dari 200 karakter populer dari berbagai waralaba seperti Marvel, Pixar, hingga Star Wars.
Bahkan, pada awal 2026, direncanakan akan hadir fitur video “terinspirasi penggemar” yang akan dikurasi dan ditampilkan di platform Disney+. Namun, kerja sama tersebut akhirnya batal. Disney juga memutuskan untuk menghentikan rencana investasi senilai 1 miliar dolar AS ke OpenAI.
Pihak Disney menyatakan tetap menghargai kolaborasi yang telah berjalan, namun memilih untuk mengeksplorasi pendekatan lain dalam memanfaatkan teknologi AI secara lebih bertanggung jawab, khususnya terkait perlindungan hak cipta dan kekayaan intelektual.
Penutupan Sora menjadi sinyal bahwa pengembangan teknologi AI, khususnya di bidang kreatif, tidak hanya soal inovasi, tetapi juga harus berhadapan dengan tantangan besar seperti etika, regulasi, dan perlindungan hak cipta.
OpenAI Tutup Sora, Aplikasi Video AI yang Kontroversial
. (net)