Polda Metro Jaya Dalami Teror Molotov ke Rumah DJ Donny

polda-metro-jaya-dalami-teror-molotov-ke-rumah-dj-donny . (net)

Tridinews.com - Polda Metro Jaya masih mendalami kasus teror yang dialami pemengaruh sekaligus DJ, Ramon Dony Adam atau yang dikenal dengan nama DJ Donny. Salah satu fokus penyelidikan saat ini adalah analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan pihaknya membutuhkan waktu untuk mencermati seluruh bukti yang ada, termasuk rekaman CCTV.

“Itu kan perlu kami analisis,” ujar Iman saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Rabu.

Ia menjelaskan, penyelidik masih mengumpulkan dan menelaah fakta-fakta hukum yang ditemukan di lapangan. Dari proses tersebut, polisi berharap segera dapat menentukan pasal yang disangkakan serta mengidentifikasi pelaku teror.

“Mudah-mudahan segera bisa merekonstruksikan pasalnya maupun tersangkanya siapa,” katanya.

Dalam proses penyelidikan, Polda Metro Jaya telah memeriksa lima orang saksi. Mereka merupakan pihak-pihak yang mengetahui, mendengar, melihat, maupun mengalami langsung peristiwa teror tersebut.

Iman menegaskan, pihak kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap laporan masyarakat yang masuk dan memastikan penegakan hukum berjalan sebagaimana mestinya.

Sebelumnya, DJ Donny melaporkan adanya teror di rumahnya yang dilakukan oleh orang tak dikenal. Ia menyebutkan teror tersebut terjadi sebanyak dua kali. Peristiwa pertama terjadi pada Senin (29/12), ketika bangkai ayam dikirim ke rumahnya. Teror kedua terjadi pada Rabu (31/12) dini hari.

“Semalam sekitar jam 3.00 WIB, di CCTV terekam orang melempar molotov ke rumah saya,” ujar DJ Donny saat ditemui di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, aksi tersebut bukan hanya merugikan dirinya secara pribadi, tetapi juga membahayakan keselamatan keluarga dan lingkungan sekitar.

“Kalau rumah saya terbakar mungkin masih bisa ditangani, tapi kalau sampai merembet ke rumah tetangga atau orang lain, itu yang jadi masalah. Makanya saya lapor ke Polda Metro Jaya,” katanya.

Editor: redaktur

Komentar