Tridinews.com - Timnas futsal Indonesia akan menghadapi Iran pada partai final Piala Asia Futsal 2026 yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2) pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi momen bersejarah bagi skuad Garuda karena untuk pertama kalinya berhasil menembus partai puncak sejak keikutsertaan perdana pada 2002.
Sepanjang keikutsertaannya, pencapaian terbaik Indonesia sebelumnya hanya sampai babak perempat final yang diraih pada edisi 2022 di Kuwait. Namun pada turnamen tahun ini, tim asuhan Hector Souto tampil impresif dengan menjuarai Grup A sebelum melaju ke fase gugur.
Di babak perempat final, Indonesia sukses menyingkirkan Vietnam dengan skor 3-2. Keberhasilan tersebut sekaligus mencatatkan sejarah baru dengan membawa Indonesia lolos ke semifinal untuk pertama kalinya. Tren positif berlanjut ketika Indonesia mengalahkan Jepang 5-3 di semifinal, sekaligus membalas kekalahan dari tim yang sama pada edisi 2022.
Di partai final, Indonesia akan menghadapi lawan tangguh yakni Iran, yang dikenal sebagai raksasa futsal Asia. Iran merupakan pemegang rekor juara terbanyak dengan 13 gelar dan saat ini menempati peringkat kelima dunia. Final tahun ini juga menjadi partai final ke-16 bagi Iran, yang hanya dua kali gagal meraih gelar juara.
Dari catatan pertemuan, Indonesia belum pernah meraih kemenangan atas Iran di ajang Piala Asia Futsal. Kekalahan terbesar terjadi pada edisi 2006 ketika Indonesia harus mengakui keunggulan Iran dengan skor 1-20.
Meski demikian, pelatih Indonesia Hector Souto menegaskan timnya tidak merasa tertekan menghadapi laga final. Menurutnya, justru Iran yang memikul beban lebih besar karena memiliki tradisi juara.
“Bagaimana mungkin kami mendapat tekanan jika ini adalah final pertama kami? Sementara Iran telah memainkan 105 pertandingan di AFC dan hanya kalah empat kali. Di mana tekanan kami?” ujar Souto dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Ia menilai Iran memiliki kualitas dan pengalaman yang luar biasa, termasuk pemain-pemain yang berkarier di luar negeri serta sistem pembinaan yang kuat. Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi timnya.
Sementara itu, pelatih Iran Vahid Shamsaee menyebut pertandingan final akan berlangsung menarik. Ia menilai Indonesia memiliki kepercayaan diri tinggi serta dukungan suporter yang besar.
“Saya percaya ini akan menjadi pertandingan menarik. Suporter Indonesia sangat bergairah dan kami menghadapi tim yang untuk pertama kalinya mencapai final dengan motivasi besar,” ujar Shamsaee.
Pertandingan final ini diprediksi berlangsung sengit. Indonesia berambisi mencetak sejarah dengan meraih gelar juara, sementara Iran bertekad mempertahankan dominasinya sebagai kekuatan utama futsal Asia.