Tridinews.com - Bulan Sabit Merah Iran melaporkan jumlah korban tewas akibat serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak Sabtu (28/2) meningkat menjadi 555 orang.
Dalam pernyataan yang dikutip Kantor Berita Fars, organisasi kemanusiaan tersebut menyebutkan bahwa sedikitnya 131 kawasan permukiman di berbagai wilayah Iran menjadi sasaran serangan. Meski angka korban jiwa diperbarui, rincian terbaru mengenai jumlah korban luka belum disampaikan.
Sebelumnya, data yang dirilis pada Sabtu mencatat 201 orang tewas dan 747 lainnya mengalami luka-luka. Lonjakan angka tersebut menunjukkan eskalasi dampak kemanusiaan dalam beberapa hari terakhir.
Serangan dan Balasan
Kampanye militer gabungan AS dan Israel dilaporkan menargetkan sejumlah titik strategis di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan itu disebut menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.
Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal. Targetnya mencakup wilayah Israel, aset-aset militer AS, serta beberapa negara di kawasan Teluk yang dinilai memiliki hubungan strategis dengan Washington.
Dengan meningkatnya jumlah korban dan meluasnya dampak konflik, situasi di kawasan Timur Tengah kian memprihatinkan. Seruan de-eskalasi dari komunitas internasional terus menguat guna mencegah jatuhnya korban lebih besar dan potensi konflik yang lebih luas.
Korban Serangan AS-Israel di Iran Capai 555
. (net)