Tridinews.com - Pemerintah Iran dilaporkan memasukkan aset ekonomi Amerika Serikat ke dalam daftar target serangan sebagai bagian dari strategi baru menghadapi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Laporan tersebut disampaikan kantor berita pemerintah Fars News Agency pada Minggu (8/3), yang mengutip seorang pejabat Iran yang tidak disebutkan namanya.
Menurut pejabat tersebut, Teheran kini tidak lagi hanya memfokuskan sasaran pada target militer milik AS dan Israel. Iran juga memperluas daftar target dengan memasukkan kepentingan ekonomi Amerika.
“Modal dan kepentingan Amerika kini juga termasuk dalam daftar target,” kata pejabat tersebut seperti dilaporkan Fars.
Ia menyebut langkah tersebut diambil setelah muncul berbagai pernyataan dari pejabat AS dan Israel yang dianggap sebagai ancaman langsung terhadap rakyat Iran.
Serangan ke fasilitas minyak
Ketegangan semakin meningkat setelah pada Minggu malam AS dan Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan sejumlah fasilitas penyimpanan minyak Iran di Teheran dan sekitarnya.
Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan kerusakan besar pada beberapa fasilitas energi strategis, termasuk Shahran Oil Depot.
Eskalasi konflik Timur Tengah
Eskalasi konflik di kawasan meningkat sejak serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang dan melukai lebih dari 10.000 lainnya.
Di antara korban tewas dalam serangan itu adalah Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran kemudian meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Iran Masukkan Aset Ekonomi AS ke Daftar Target Serangan
. (net)