Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang Ditemukan Selamat

mahasiswa-itb-hilang-di-gunung-puntang-ditemukan-selamat . (net)

Tridinews.com - Setelah pencarian intensif selama lebih dari dua hari, Arief Wibisono, mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang sempat dilaporkan hilang di Gunung Puntang, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Senin (11/5/2026).

Kabar baik tersebut langsung disambut haru oleh keluarga, civitas akademika ITB, serta tim SAR gabungan yang sejak Sabtu terus melakukan pencarian di kawasan pegunungan Bandung Selatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Arief ditemukan oleh warga di kawasan Dewa Leuweung Malang, Kabupaten Bandung.

Lokasi penemuan tersebut menjadi titik penting setelah tim pencari sebelumnya menyisir berbagai jalur pendakian dan area hutan di sekitar Gunung Puntang.

Penemuan Arief sekaligus mengakhiri kecemasan keluarga dan rekan-rekannya yang sejak awal terus menunggu kabar keberadaannya.

Dalam sejumlah foto yang beredar di media sosial, Arief terlihat masih sadar saat pertama kali ditemukan.

Pria berkacamata itu mengenakan kemeja lengan panjang yang sudah dipenuhi tanah dan tampak berubah warna akibat kondisi medan yang berat.

Bagian tangannya juga terlihat kecoklatan karena terkena tanah selama bertahan hidup di area pegunungan.

Meski tampak sangat kelelahan, Arief dilaporkan tetap dalam kondisi sadar dan mampu merespons saat ditemukan warga setempat.

Sesuai prosedur penyelamatan, tim Basarnas bersama relawan langsung melakukan evakuasi menuju titik aman agar Arief segera mendapatkan penanganan medis.

Pemeriksaan awal dilakukan untuk memastikan kondisi fisiknya tetap stabil setelah menghabiskan waktu cukup lama di kawasan hutan dengan suhu dingin.

Pihak keluarga serta perwakilan dari Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB yang sejak pagi berada di posko pencarian juga telah menerima kabar tersebut dan bersiap menyambut kepulangan Arief.

Sebelumnya, Arief dilaporkan hilang kontak saat perjalanan turun dari puncak Gunung Puntang pada Sabtu sore.

Saat itu, ia diketahui memilih berjalan lebih dahulu dari rombongan rekannya saat proses turun gunung.

Sejak laporan kehilangan diterima, tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian intensif dengan melibatkan relawan, warga sekitar, hingga unsur kampus.

Berbagai jalur pendakian dan area hutan lebat disisir untuk menemukan keberadaan mahasiswa pascasarjana tersebut.

Hingga kini, tim medis masih terus memantau kondisi kesehatan Arief untuk memastikan tidak ada cedera serius maupun dehidrasi akut akibat paparan cuaca dingin dan kondisi alam di kawasan Gunung Puntang.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pendaki agar selalu menjaga komunikasi dengan rombongan dan tidak berjalan sendiri, terutama saat menuruni jalur gunung yang memiliki risiko tinggi.


Editor: redaktur

Komentar