Tridinews.com - Belakangan ini, hantavirus kembali ramai diperbincangkan setelah muncul berbagai informasi mengenai penyebaran virus yang dibawa oleh tikus dan hewan pengerat lainnya.
Gejala seperti demam tinggi, tubuh lemas, hingga gangguan pernapasan membuat masyarakat mulai lebih waspada dan ingin mengetahui lebih jauh tentang penyakit ini.
Hantavirus sendiri merupakan virus zoonosis, yakni virus yang berasal dari hewan dan dapat menular ke manusia.
Virus ini umumnya hidup pada tikus tanpa menimbulkan gangguan pada hewan tersebut. Namun jika masuk ke tubuh manusia, hantavirus dapat memicu penyakit serius yang menyerang paru-paru, jantung, ginjal, hingga pembuluh darah.
Penularannya paling sering terjadi melalui kotoran, air liur, atau urin tikus yang mengering lalu bercampur dengan udara dan terhirup manusia.
Selain itu, seseorang juga bisa terinfeksi setelah menyentuh benda yang terpapar virus lalu menyentuh wajah atau melalui luka terbuka pada kulit. Karena itu, penularan tidak selalu harus melalui gigitan tikus.
Di Indonesia, kasus hantavirus sebenarnya sudah lama ditemukan. Virus ini banyak terdeteksi di lingkungan dengan populasi tikus yang tinggi dan sanitasi yang kurang baik.
Sayangnya, karena gejalanya hampir sama seperti flu, tifus, leptospirosis, atau demam berdarah, banyak kasus sering tidak dikenali sejak awal.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan, infeksi hantavirus dapat menyebabkan dua jenis penyakit utama.
Di wilayah Amerika, hantavirus lebih sering menimbulkan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), yaitu gangguan serius pada paru-paru dan sistem pernapasan.
Sedangkan di Asia dan Eropa, virus ini lebih banyak menyebabkan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), yaitu penyakit yang menyerang ginjal dan pembuluh darah.
Gejala Awal yang Sering Dianggap Penyakit Biasa
Gejala hantavirus biasanya mulai muncul dalam waktu satu sampai delapan minggu setelah seseorang terpapar virus.
Pada fase awal, gejalanya sering dianggap hanya flu biasa sehingga banyak orang tidak segera memeriksakan diri.
Beberapa gejala awal yang umum terjadi antara lain:
Demam tinggi
Badan terasa lemah dan cepat lelah
Nyeri otot, terutama di bagian paha, punggung, bahu, dan pinggang
Sakit kepala
Pusing
Menggigil
Mual dan muntah
Diare
Sakit perut
Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa berkembang menjadi lebih berat dan berbahaya.
Gejala Saat Menyerang Paru-Paru
Pada kasus HPS, hantavirus dapat berkembang cepat dan menyerang sistem pernapasan hanya dalam beberapa hari setelah gejala awal muncul.
Gejala yang biasanya muncul meliputi:
Batuk yang terus-menerus
Sesak napas
Dada terasa berat atau tertekan
Penumpukan cairan di paru-paru
Napas menjadi pendek dan cepat
Kondisi ini sangat serius karena dapat menyebabkan gagal napas dalam waktu singkat jika terlambat ditangani.
Gejala Saat Menyerang Ginjal
Selain paru-paru, hantavirus juga bisa menyerang ginjal melalui kondisi HFRS.
Beberapa gejala yang sering muncul antara lain:
Sakit kepala hebat
Nyeri punggung dan perut
Demam disertai menggigil
Penglihatan menjadi kabur
Mata merah atau iritasi
Ruam pada kulit
Tekanan darah menurun
Pendarahan di dalam tubuh
Gangguan fungsi ginjal hingga gagal ginjal akut
Dalam kondisi parah, pasien bahkan dapat mengalami syok akibat gangguan aliran darah ke organ tubuh.
Langkah Pencegahan Hantavirus
Karena hingga saat ini belum tersedia vaksin maupun obat khusus untuk hantavirus, pencegahan menjadi cara terbaik untuk menghindari infeksi.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:
Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
Menutup jalur masuk tikus ke dalam rumah
Menyimpan makanan di tempat tertutup
Menggunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan area kotor
Membasahi area yang terkontaminasi sebelum dibersihkan agar debu tidak beterbangan
Tidak langsung menyapu kotoran tikus yang sudah kering
Selalu mencuci tangan setelah membersihkan ruangan
Jika mengalami demam disertai sesak napas atau gejala berat lainnya setelah berada di lingkungan yang banyak tikus, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Penanganan lebih cepat dapat membantu mencegah komplikasi serius akibat infeksi hantavirus.