Tridinews.com - Militer Amerika Serikat menegaskan tidak berniat mengurangi intensitas serangannya terhadap Iran setelah operasi besar-besaran yang dimulai sejak Sabtu (28/2). Serangan gabungan AS dan Israel dilaporkan telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Juru bicara United States Central Command (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, mengatakan operasi tersebut memang dirancang sebagai langkah besar dan tegas. Pernyataannya dikutip Al Arabiya pada Senin (2/3/2026).
Menurut CENTCOM, Presiden Donald Trump memerintahkan operasi militer bertajuk Operasi Epic Fury untuk melindungi warga Amerika dan menghilangkan ancaman yang dinilai berasal dari rezim Iran. Dalam pernyataan di platform X, CENTCOM menyebut pasukannya telah memberikan “pukulan luar biasa dan tanpa henti”.
Operasi tersebut menyasar para pemimpin senior Iran, termasuk Khamenei yang memimpin negara itu selama 36 tahun. Seorang pejabat AS menyebut sejumlah pesawat pengebom siluman B-2 dikerahkan untuk menghancurkan fasilitas penyimpanan rudal balistik bawah tanah di Iran. Pesawat-pesawat itu diterbangkan dari Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri.
Hingga Minggu (1/3), CENTCOM mengklaim telah menyerang lebih dari 1.000 target di Iran. Sasaran disebut mencakup markas besar Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pusat komando dan kendali, markas Angkatan Udara IRGC, sistem pertahanan udara terpadu, lokasi rudal balistik, kapal dan kapal selam Angkatan Laut Iran, hingga fasilitas komunikasi militer.
Di sisi lain, serangan balasan Iran ke pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah dilaporkan menewaskan sedikitnya tiga tentara AS dan melukai beberapa lainnya. Jumlah korban masih berpotensi bertambah seiring perkembangan situasi.
Sejumlah pejabat dan mantan pejabat AS mengungkapkan kekhawatiran soal persediaan amunisi yang cepat terkuras. Namun mantan komandan CENTCOM, Joseph Votel, menyatakan militer AS diyakini memiliki sumber daya yang cukup untuk mempertahankan operasi selama diperlukan.
“Saya pikir militer AS siap melanjutkan operasi selama diperintahkan dan memiliki sumber daya yang dibutuhkan. Pada akhirnya, kepemimpinan politik akan menentukan berapa lama ini berlangsung,” ujarnya.
AS Tegaskan Tak Akan Kurangi Serangan ke Iran
. (net)