Tridinews.com - Ketegangan di kawasan Teluk kian memanas. Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain menyatakan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat ratusan drone dan rudal balistik yang diluncurkan Iran sejak pecahnya eskalasi militer terbaru.
Kementerian Pertahanan UEA melaporkan sebanyak 541 drone terdeteksi. Dari jumlah tersebut, 506 berhasil dihancurkan di udara, sementara 35 lainnya jatuh di dalam wilayah negara itu. Selain itu, tercatat 165 rudal balistik terpantau, dengan 152 di antaranya berhasil dicegat dan 13 lainnya jatuh ke laut.
Sementara itu, Angkatan Pertahanan Bahrain menyebut sistem pertahanan udaranya berhasil menangkal 61 rudal dan 34 drone yang diarahkan ke wilayah kerajaan tersebut.
Balasan atas Serangan Gabungan
Eskalasi ini bermula pada Sabtu (28/2), ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran meluncurkan gelombang serangan drone dan rudal balistik yang menargetkan Israel, aset-aset militer Amerika Serikat, serta beberapa negara Teluk yang dianggap memiliki hubungan strategis dengan Washington.
Meski sebagian besar proyektil berhasil dicegat, peristiwa ini menunjukkan meluasnya dampak konflik ke negara-negara sekitar. Negara-negara Teluk kini meningkatkan kewaspadaan, sementara komunitas internasional menyerukan de-eskalasi untuk mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
UEA dan Bahrain Cegat Ratusan Drone Iran
. (net)