Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras terhadap Spanyol setelah negara itu menolak penggunaan pangkalan militernya untuk menyerang Iran. Trump bahkan menyebut akan menghentikan seluruh jalur perdagangan dengan Madrid.
“Kami akan stop semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak mau berurusan lagi dengan mereka,” ujar Trump, seperti dikutip Associated Press.
Spanyol Tegas Soal Hukum Internasional
Ketegangan ini dipicu pernyataan Menteri Luar Negeri Spanyol, José Manuel Albares, yang menegaskan negaranya tidak akan mengizinkan pangkalan militer di selatan Spanyol digunakan untuk serangan yang tidak sejalan dengan Piagam PBB.
Sikap tersebut dinilai menghambat langkah AS dan Israel yang tengah meningkatkan tekanan militer terhadap Iran.
Meski demikian, Trump mengklaim AS tetap bisa menggunakan pangkalan tersebut jika menghendaki.
“Kalau mau, kami bisa terbang ke sana dan memakainya begitu saja. Tidak ada yang bisa melarang, tapi kami tidak harus melakukannya,” ujarnya.
Selain isu pangkalan militer, Trump juga menyinggung keputusan Spanyol yang tidak menaikkan anggaran pertahanan NATO hingga 5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Madrid menyatakan hanya mampu memenuhi angka 2,1 persen.
Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, dikenal sebagai salah satu pemimpin progresif di Eropa yang kerap mengkritik kebijakan Israel di Gaza—posisi yang berbeda dengan kebijakan luar negeri Washington saat ini.
Inggris Juga Sempat Kena Kritik
Sebelumnya, Trump juga melontarkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, yang enggan terlibat langsung dalam serangan udara ofensif terhadap Iran.
Dalam pernyataan yang dikutip The Guardian, Trump membandingkan Starmer dengan mantan Perdana Menteri Inggris era Perang Dunia II.
“Ini bukan Winston Churchill yang sedang kita hadapi,” sindirnya.
Kritik itu muncul karena London tidak segera memberikan izin penggunaan pangkalan strategis, termasuk Diego Garcia, untuk operasi ofensif terhadap Iran.
Menanggapi hal tersebut, Starmer menegaskan Inggris hanya akan terlibat dalam aksi defensif dan tidak mendukung serangan yang bertujuan mengganti rezim di Teheran.
“Inggris tidak percaya pada konsep ‘perubahan rezim dari langit’. Adalah tugas saya untuk memutuskan apa yang terbaik bagi kepentingan nasional Inggris,” tegasnya di hadapan parlemen.
Ia juga menyebut Inggris telah belajar dari kesalahan masa lalu di Irak, sehingga setiap keterlibatan militer harus memiliki dasar hukum internasional yang jelas.
Meski menolak serangan ofensif, London tetap mengizinkan penggunaan pangkalan udara untuk tujuan terbatas, seperti menghancurkan lokasi peluncuran rudal yang mengancam wilayah sekutu.
Di tengah memanasnya situasi, fokus pemerintah Inggris kini tertuju pada keselamatan sekitar 300.000 warganya yang berada di kawasan Timur Tengah.
Spanyol Tolak Bantu Serang Iran, Trump Ancam Putus Dagang
. (net)