Trump Klaim Harga Minyak Akan Turun Jika Ancaman Iran Berakhir

trump-klaim-harga-minyak-akan-turun-jika-ancaman-iran-berakhir . (net)

Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim harga minyak dunia akan turun dengan cepat setelah “ancaman nuklir” dari Iran berhasil dinetralkan.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social di tengah lonjakan harga energi akibat konflik yang memanas di Timur Tengah.

“Harga minyak dalam jangka pendek, yang akan segera turun ketika ancaman nuklir Iran berakhir, adalah harga yang sangat kecil untuk dibayar demi dunia yang aman dan damai,” tulis Trump.

Imbau warga tidak khawatir

Sebelumnya, dalam wawancara dengan CNN, Trump juga meminta masyarakat tidak terlalu khawatir terhadap kenaikan harga bensin yang terjadi akibat eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Menurutnya, lonjakan harga energi saat ini hanya bersifat sementara dan akan mereda jika situasi keamanan di kawasan Timur Tengah kembali stabil.

Harga minyak melonjak

Lonjakan harga minyak terjadi pada Senin pagi di tengah kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pengiriman energi dari Timur Tengah.

Harga minyak mentah Brent Crude sempat mencapai 118 dolar AS per barel, level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Kenaikan tajam ini dipicu meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat serta sekutunya.

Latar belakang konflik

Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari 2026.

Dalam serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas.

Serangan juga mengenai beberapa fasilitas sipil, termasuk sebuah sekolah perempuan di Iran selatan yang dilaporkan menewaskan sekitar 200 siswi.

Menurut Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeed Iravani, jumlah korban tewas akibat serangan tersebut kini telah melampaui 1.300 orang.

Iran melakukan serangan balasan

Sebagai balasan, Iran dilaporkan menyerang sejumlah fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah serta wilayah Israel.

Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel menyebut operasi militer yang mereka lakukan sebagai serangan pendahuluan untuk mencegah ancaman program nuklir Teheran.

Namun dalam perkembangan terbaru, kedua negara juga mulai menyatakan secara terbuka keinginan mereka untuk melihat perubahan kepemimpinan di Iran di tengah konflik yang terus memanas.

Editor: redaktur

Komentar