DK PBB Desak Iran Hentikan Serangan ke Negara Teluk

dk-pbb-desak-iran-hentikan-serangan-ke-negara-teluk . (net)

Tridinews.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengadopsi resolusi yang mendesak Iran untuk menghentikan serangan terhadap sejumlah negara di kawasan Teluk.

Resolusi yang dirancang oleh Bahrain itu disahkan pada Rabu (11/3) setelah memperoleh dukungan mayoritas anggota Dewan.

Sebanyak 13 negara memberikan suara mendukung dokumen tersebut, sementara Rusia dan China memilih abstain dalam pemungutan suara.

Kecam serangan Iran

Dalam resolusi tersebut, DK PBB mengecam serangan Iran terhadap sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Yordania.

Dokumen itu juga menuntut agar Iran segera menghentikan seluruh serangan yang dilakukan terhadap negara-negara tersebut.

Namun, resolusi tersebut tidak menyebutkan serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Selain itu, dokumen tersebut juga tidak menyerukan kedua negara tersebut untuk menghentikan operasi militernya terhadap Republik Islam Iran.

Iran kritik resolusi

Perwakilan Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, sebelumnya mengkritik rancangan resolusi tersebut.

Menurutnya, beberapa anggota Dewan Keamanan berusaha membalikkan posisi antara korban dan pihak yang dianggap sebagai agresor.

Rusia ajukan resolusi tandingan

Sementara itu, pada Rabu sore, Dewan Keamanan dijadwalkan melakukan pemungutan suara terhadap rancangan resolusi lain yang diajukan oleh Rusia yang menyerukan gencatan senjata di Timur Tengah.

Deputi Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB, Anna Evstigneeva, menyatakan rancangan resolusi dari Rusia bersifat lebih non-konfrontatif dibandingkan dokumen yang diajukan Bahrain.

Latar belakang konflik

Ketegangan di Timur Tengah meningkat setelah Iran melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta target militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Serangan itu merupakan balasan atas operasi militer gabungan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Pada hari pertama serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas, sementara sebuah sekolah perempuan di Iran selatan juga terkena serangan.

Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat rangkaian serangan tersebut telah melampaui 1.300 orang.

Editor: redaktur

Komentar