Tridinews.com - Sejumlah negara dilaporkan mulai mengupayakan mediasi untuk meredakan konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun hingga kini Teheran disebut belum siap menerima gencatan senjata.
Seorang sumber yang dekat dengan pemerintah Iran mengatakan komunikasi dan upaya negosiasi terus berlangsung dengan melibatkan sejumlah pihak internasional dan negara kawasan.
“Saat ini komunikasi masih berlangsung dan upaya negosiasi telah ditempuh oleh sejumlah pihak internasional dan kawasan, khususnya Rusia dan Turki,” ujar sumber tersebut, seperti dikutip RIA Novosti, Kamis.
Ia menambahkan Iran pada dasarnya tidak menolak prinsip mediasi, namun untuk saat ini belum bersedia menyetujui gencatan senjata.
“Iran pada dasarnya tidak menolak prinsip mediasi itu sendiri, tetapi pada saat ini mereka tidak setuju akan adanya gencatan senjata,” ujarnya.
Rusia siap bantu redakan ketegangan
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebelumnya menyatakan bahwa Moskow siap membantu meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Meski demikian, ia mengakui bahwa upaya tersebut memerlukan koordinasi dengan banyak pihak yang terlibat dalam konflik.
Sementara itu Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengecam keras pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei yang terjadi dalam serangan militer.
Putin menyebut peristiwa tersebut sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional.
Latar belakang konflik
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, termasuk ke ibu kota Teheran.
Serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban jiwa, termasuk tewasnya Ali Khamenei pada hari pertama operasi militer.
Sebagai balasan, Iran kemudian melancarkan serangan terhadap wilayah Israel serta sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, Washington dan Tel Aviv menyebut operasi militer tersebut dilakukan untuk menangkal ancaman dari program nuklir Iran. Namun dalam perkembangan selanjutnya, kedua negara juga mengisyaratkan keinginan untuk melihat terjadinya perubahan kekuasaan di Iran.
Pemerintah Iran sendiri menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari setelah kematian Ali Khamenei, sementara berbagai upaya diplomasi internasional terus dilakukan guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan.
Rusia–Turki Upayakan Mediasi, Iran Belum Siap Gencatan Senjata
. (net)