Tridinews.com - Situasi di Timur Tengah semakin memanas dan dinilai sudah melewati batas kendali. Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, menyampaikan bahwa konflik yang berlangsung beberapa pekan terakhir telah berkembang jauh lebih luas dari yang diperkirakan para pemimpin dunia.
Dalam pernyataannya di Dewan Keamanan PBB, Guterres menegaskan bahwa eskalasi ini tidak hanya berbahaya, tetapi juga mengancam stabilitas global. Ia mendesak semua pihak untuk segera menghentikan konflik dan kembali menempuh jalur diplomasi serta mematuhi hukum internasional.
Ketegangan bermula sejak akhir Februari, ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Serangan tersebut menimbulkan korban sipil dan kerusakan infrastruktur. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dampak konflik ini juga terasa pada sektor ekonomi global. Jalur strategis Selat Hormuz—yang menjadi rute utama distribusi minyak dan gas dunia—mengalami gangguan. Hal ini berpotensi menghambat ekspor energi dan memicu ketidakstabilan harga di pasar internasional.
Guterres menambahkan bahwa dirinya terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak yang berpengaruh untuk mencari jalan keluar dari krisis ini. Ia berharap upaya diplomatik dapat segera meredakan ketegangan sebelum situasi semakin memburuk.