Tridinews.com - Iran menegaskan bahwa peluang perundingan dengan Amerika Serikat hanya akan terjadi jika sepenuhnya menjadi kehendak Teheran dan tidak ada lagi niat dari Washington untuk bertindak melawan rakyat Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, Iran tidak memiliki keinginan untuk kembali berunding, bahkan menyebut bahwa tidak ada normalisasi hubungan tanpa perubahan sikap dari pihak AS.
Zolfaghari juga menekankan bahwa sejak awal Iran konsisten menolak negosiasi dengan pihak yang dianggap masih memiliki niat permusuhan. Pernyataan ini memperlihatkan sikap keras Teheran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Di sisi lain, laporan dari The New York Times menyebutkan bahwa Washington sebenarnya telah menyusun proposal 15 poin untuk meredakan konflik di Timur Tengah. Proposal itu muncul di tengah kekhawatiran atas dampak konflik terhadap ekonomi global, termasuk Amerika Serikat sendiri.
Ketegangan antara kedua negara meningkat sejak akhir Februari, ketika AS bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Serangan tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan target militer AS di kawasan Timur Tengah. Awalnya, AS dan Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap program nuklir Iran, namun kemudian juga dikaitkan dengan upaya perubahan rezim di negara tersebut.
Situasi ini semakin memperkecil peluang diplomasi dalam waktu dekat dan memperbesar risiko konflik berkepanjangan di kawasan.