Tridinews.com - Presiden Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan penambahan pasukan Amerika Serikat ke kawasan Timur Tengah di tengah konflik yang memanas dengan Iran.
Laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa Departemen Pertahanan AS sedang mengkaji opsi pengerahan hingga 10.000 prajurit darat tambahan. Langkah ini bertujuan memberi lebih banyak pilihan strategi militer bagi presiden, meski di saat yang sama peluang pembicaraan damai masih terbuka.
Pasukan yang dipertimbangkan meliputi infanteri dan kendaraan lapis baja. Mereka akan diperkuat oleh sekitar 5.000 marinir serta ribuan pasukan penerjun payung yang sebelumnya telah menerima perintah penempatan ke kawasan tersebut.
Meski demikian, belum ada kepastian terkait lokasi penempatan pasukan tambahan tersebut. Sejumlah sumber menyebutkan kemungkinan penempatan berada di sekitar wilayah Iran, termasuk kawasan strategis seperti Pulau Kharg.
Situasi ini merupakan lanjutan dari eskalasi konflik sejak akhir Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut menimbulkan kerusakan besar dan korban jiwa.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah, memperluas ketegangan di kawasan.
Awalnya, AS dan Israel menyebut operasi militer tersebut sebagai langkah pencegahan terhadap program nuklir Iran. Namun, belakangan muncul pernyataan yang mengindikasikan keinginan untuk mendorong perubahan kekuasaan di negara tersebut.
Penambahan pasukan ini berpotensi memperbesar eskalasi konflik, sekaligus meningkatkan kekhawatiran global terhadap kemungkinan perang yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
AS Pertimbangkan Tambah 10 Ribu Pasukan ke Timur Tengah
. (net)