Tridinews.com - Perayaan Malam Tahun Baru 2026 tak selalu berakhir dengan tawa dan pesta. Di sejumlah negara, momen pergantian tahun justru berubah menjadi tragedi mematikan yang merenggut banyak nyawa dan meninggalkan duka mendalam.
Tragedi paling fatal terjadi di resor ski mewah Crans-Montana, Swiss, ketika sebuah bar populer dilalap api usai ledakan hebat. Selain Swiss, insiden serius juga terjadi di Jerman, Prancis, Belanda, dan Polandia.
Berikut lima tragedi mematikan yang mewarnai perayaan Malam Tahun Baru 2026 di berbagai belahan dunia:
1. Kebakaran Maut di Bar Swiss, 40 Orang Tewas
Perayaan Tahun Baru di bar Le Constellation, Crans-Montana, Swiss, berubah menjadi mimpi buruk pada Kamis (1/1/2026) dini hari. Ledakan besar yang disusul kebakaran hebat terjadi sekitar pukul 01.30 waktu setempat, saat ratusan orang memadati lokasi.
Investigasi awal menyebutkan api berasal dari kembang api air mancur yang dipasang di botol sampanye dan diletakkan terlalu dekat dengan langit-langit berbahan busa mudah terbakar.
“Semuanya terjadi dalam hitungan detik. Langit-langit langsung terbakar dan runtuh,” ujar Axel Clavier (16), salah satu penyintas asal Paris, dikutip dari The Guardian.
Komandan Polisi Valais, Frédéric Gisler, mengonfirmasi 40 orang tewas dan lebih dari 115 lainnya luka-luka, sebagian dalam kondisi kritis. Proses identifikasi korban diperkirakan berlangsung lama akibat parahnya luka bakar.
2. Kembang Api Makan Korban di Jerman
Di Jerman, pesta pergantian tahun juga berujung duka. Dua pemuda berusia 18 tahun dilaporkan tewas di Kota Bielefeld akibat kecelakaan saat menyalakan kembang api.
Selain korban jiwa, puluhan orang mengalami luka serius. Sebuah rumah sakit di Marzahn, Berlin, menangani 25 pasien dengan cedera parah, termasuk anak-anak. Beberapa korban bahkan harus menjalani amputasi jari dan tangan akibat ledakan petasan.
3. Prancis Dilanda Kerusuhan dan Vandalisme
Malam Tahun Baru di Prancis diwarnai kerusuhan massal. Lebih dari 1.000 kendaraan dibakar dan 505 orang ditangkap oleh aparat kepolisian di berbagai kota.
Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut meski kekerasan masih terjadi, situasi relatif lebih terkendali dibanding tahun sebelumnya. Namun, kerusakan properti justru meningkat, dengan jumlah mobil yang dibakar naik dari 984 unit pada 2025 menjadi 1.173 unit di 2026.
Meski tak menimbulkan korban jiwa besar, suasana mencekam membuat banyak warga trauma dan enggan merayakan Tahun Baru di ruang publik.
4. Gereja Bersejarah di Belanda Hangus Terbakar
Belanda juga mencatat malam pergantian tahun yang kelam. Sedikitnya dua orang tewas, puluhan luka-luka, dan Gereja Vondelkerk yang bersejarah di Amsterdam ludes terbakar.
Korban tewas pertama adalah seorang remaja 17 tahun di Nijmegen akibat kecelakaan kembang api. Korban kedua, seorang pria 38 tahun, tewas dalam insiden serupa di Aalsmeer.
Kebakaran besar di Gereja Vondelkerk memaksa evakuasi puluhan rumah sekitar. Bangunan cagar budaya itu kini mengalami kerusakan berat dan meninggalkan duka bagi warga Amsterdam.
5. Kebakaran Beruntun di Polandia
Di Polandia, dua orang tewas akibat kebakaran hebat di wilayah selatan dan barat daya negara tersebut. Seorang pria meninggal di Świnna Poręba, sementara seorang wanita ditemukan tewas di rumahnya di Sarny Wielkie.
Selain itu, petugas pemadam kebakaran menangani 546 insiden kebakaran hanya dalam kurun enam jam pertama 1 Januari 2026. Polisi juga mencatat 34 kecelakaan lalu lintas, dua di antaranya berujung kematian, serta penangkapan lebih dari 100 pengemudi mabuk.
5 Tragedi Mematikan Malam Tahun Baru 2026, 40 Orang Tewas di Swiss
. (net)