Alasan Trump Tangkap Maduro Usai Gempur Caracas Terungkap

alasan-trump-tangkap-maduro-usai-gempur-caracas-terungkap . (net)

Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat keputusan yang mengejutkan dunia internasional dengan memerintahkan serangan ke ibu kota Venezuela, Caracas, serta penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Maduro ditangkap bersama istrinya, Cilia Flores, di kediaman resmi mereka hanya beberapa saat setelah pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan dan melakukan penyergapan di Caracas. Operasi tersebut langsung memicu kecaman dan pertanyaan luas terkait dasar hukum serta motif politik di balik tindakan Washington.

Sejumlah pejabat dan analis menyebut penangkapan Maduro berkaitan langsung dengan operasi militer yang digelar AS. Senator Partai Republik Mike Lee mengungkapkan bahwa ia menerima informasi langsung dari Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengenai keberhasilan pasukan Amerika menangkap Maduro dan istrinya.

“Ia (Marco Rubio) memberi tahu saya bahwa Nicolas Maduro telah ditangkap oleh personel AS untuk diadili atas tuduhan pidana di Amerika Serikat, dan bahwa aksi kinetik yang kita lihat malam ini dikerahkan untuk melindungi dan membela pihak yang melaksanakan surat perintah penangkapan tersebut,” tulis Lee, dikutip CNN.

Lee menilai langkah Trump masih berada dalam kewenangan presiden berdasarkan Pasal II Konstitusi AS, yang memberi otoritas kepada presiden untuk melindungi personel Amerika dari ancaman serangan yang nyata maupun segera terjadi.

“Tindakan ini kemungkinan masuk dalam kewenangan inheren presiden untuk melindungi personel AS dari serangan aktual atau yang akan segera terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, Lee sebelumnya sempat mempertanyakan dasar konstitusional operasi militer AS di Venezuela, mengingat tidak adanya persetujuan Kongres secara terbuka.

Dakwaan Narkoterorisme hingga Senjata

Sementara itu, Jaksa Agung AS Pamela Bondi menyatakan penangkapan Maduro berkaitan dengan sejumlah kejahatan berat, termasuk narkoterorisme dan perdagangan senjata. Dalam unggahan di akun X miliknya, Bondi memastikan Maduro dan Cilia Flores akan diadili di pengadilan federal Amerika Serikat.

“Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, didakwa di Distrik Selatan New York,” ujar Bondi.

Ia merinci dakwaan yang dihadapi Maduro, mulai dari konspirasi narkoterorisme, konspirasi impor kokain, kepemilikan senjata api dan perangkat destruktif, hingga konspirasi penggunaan senjata mesin terhadap Amerika Serikat.

“Mereka akan segera menghadapi murka sepenuhnya dari hukum Amerika di tanah Amerika di pengadilan Amerika,” tegas Bondi.

Maduro dan Flores dilaporkan telah tiba di New York dengan pengawalan ketat pada Sabtu (3/1) waktu setempat untuk menjalani proses hukum di pengadilan federal Manhattan.

Tuduhan Motif Minyak dan Gas

Di sisi lain, sejumlah negara Amerika Latin seperti Kolombia dan Kuba menilai penangkapan Maduro sarat kepentingan ekonomi dan geopolitik. Mereka menuding langkah AS bertujuan menjatuhkan rezim Venezuela demi membuka jalan penguasaan sumber daya minyak dan gas negara tersebut.

Trump sendiri tidak menampik kepentingan ekonomi di balik kebijakan itu. Ia secara terbuka menyatakan perusahaan-perusahaan raksasa minyak dan gas AS siap menanamkan investasi besar-besaran di Venezuela.

“Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di dunia, akan masuk ke Venezuela untuk menggelontorkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur minyak yang rusak parah,” kata Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago, Florida, dikutip dari CNBC.

“Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” tambahnya.

Langkah agresif Trump ini pun memicu gelombang reaksi internasional, sekaligus memperdalam ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin.

Editor: redaktur

Komentar