Serangan AS di Venezuela Tewaskan 40 Orang, Rusia Bereaksi Keras

serangan-as-di-venezuela-tewaskan-40-orang-rusia-bereaksi-keras . (net)

Tridinews.com - Situasi di Venezuela kembali memanas setelah serangan militer Amerika Serikat dilaporkan menewaskan sedikitnya 40 orang, termasuk personel militer dan warga sipil. Informasi tersebut disampaikan New York Times pada Sabtu (3/1), mengutip pernyataan pejabat senior Venezuela.

Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodríguez sebelumnya mengonfirmasi bahwa korban tewas berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah, anggota militer, hingga warga sipil. Serangan ini menambah daftar panjang korban dalam eskalasi konflik terbaru antara Washington dan Caracas.

Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa AS telah melancarkan operasi besar-besaran di Venezuela. Trump juga mengklaim Presiden Venezuela Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri oleh pasukan Amerika.

Media lokal Venezuela melaporkan terdengarnya sejumlah ledakan di ibu kota Caracas saat operasi berlangsung. Serangan tersebut disebut-sebut melibatkan unit elit militer AS, Delta Force, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon terkait keterlibatan pasukan tersebut.

Hingga saat ini, otoritas Venezuela mengaku belum mengetahui secara pasti keberadaan Maduro. Pemerintah Venezuela pun mendesak Amerika Serikat untuk memberikan bukti bahwa presiden mereka masih hidup. Menanggapi tekanan itu, Trump kemudian merilis sebuah foto yang diklaim memperlihatkan Maduro berada di atas kapal militer Amerika Serikat.

Di dalam negeri Amerika Serikat, operasi ini memicu kontroversi tajam. Sejumlah anggota Kongres AS menilai serangan tersebut ilegal dan melanggar hukum internasional. Meski demikian, pemerintah AS bersikeras bahwa Maduro akan dibawa ke pengadilan dan diproses secara hukum.

Ketegangan juga meluas ke panggung internasional. Kementerian Luar Negeri Venezuela menyatakan akan mengajukan banding ke berbagai organisasi internasional serta mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menggelar rapat darurat guna membahas serangan tersebut.

Sementara itu, Rusia menyatakan solidaritas penuh kepada rakyat Venezuela. Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri Rusia mengaku sangat prihatin atas laporan bahwa Maduro dan istrinya dipaksa meninggalkan negaranya sebagai bagian dari apa yang disebut Moskow sebagai bentuk agresi Amerika Serikat.

Rusia juga menyerukan pembebasan Nicolás Maduro dan Cilia Flores, serta meminta semua pihak menahan diri demi mencegah eskalasi lebih lanjut yang berpotensi mengancam stabilitas kawasan Amerika Latin.

Editor: redaktur

Komentar