Tridinews.com - Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, resmi berakhir tanpa kesepakatan. Alih-alih menemukan jalan damai, kedua negara justru saling melontarkan tudingan atas kegagalan tersebut.
Konflik ini sendiri bermula dari serangan militer AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sejumlah fasilitas milik AS di kawasan Teluk.
Dampak perang ini sangat besar. Di Iran, lebih dari 2.000 orang tewas dan puluhan ribu lainnya terluka. Sementara di Israel, puluhan orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. Korban juga jatuh di pihak militer AS.
Wakil Presiden AS, JD Vance, menyebut perundingan selama 21 jam sebenarnya berjalan intens dan menghasilkan diskusi yang substansial. Namun, tidak ada kesepakatan yang berhasil dicapai untuk mengakhiri konflik secara permanen.
Menurut Vance, kegagalan ini disebabkan karena Iran tidak memberikan komitmen tegas terkait penghentian pengembangan senjata nuklir. Ia menegaskan bahwa hal tersebut menjadi syarat utama yang diinginkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Di sisi lain, Iran membantah tudingan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa negosiasi berjalan intens, namun keberhasilannya bergantung pada keseriusan dan itikad baik dari pihak AS.
Iran juga menilai Washington mengajukan tuntutan yang berlebihan dan tidak realistis, termasuk terkait isu Selat Hormuz, program nuklir, serta penghentian perang secara total.
Bahkan, sumber dari pihak Iran menuding AS sengaja mencari alasan untuk keluar dari meja perundingan, sekaligus memperbaiki citra internasionalnya yang dinilai menurun akibat konflik tersebut.
Hingga kini, belum ada kepastian apakah kedua negara akan kembali melanjutkan perundingan. Situasi ini pun memperbesar ketidakpastian dan meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.
Perundingan Iran-AS Gagal, Kedua Negara Saling Tuding
. (net)