Peluru Nyasar di Gresik, TNI AL Uji Balistik dan Evaluasi SOP

peluru-nyasar-di-gresik-tni-al-uji-balistik-dan-evaluasi-sop . (net)

Tridinews.com - Kasus peluru nyasar yang menimpa dua siswa SMP di Gresik terus didalami oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Selain pemeriksaan internal terhadap ratusan personel, pihak Marinir juga akan melakukan uji balistik untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Uji Balistik dan Libatkan Ahli

Pihak Korps Marinir menyatakan uji teknis ini penting untuk mengetahui sejauh mana proyektil bisa melesat dari lokasi latihan. Amunisi yang digunakan dalam latihan tersebut berkaliber 5,56 mm, dengan jarak tembak efektif sekitar 400 meter dan daya jangkau maksimal hingga 1.600 meter.

Namun, jarak antara lokasi latihan di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang, Surabaya dengan sekolah korban mencapai sekitar 2,3 kilometer—lebih jauh dari spesifikasi teknis tersebut.

Untuk memastikan akurasi data, TNI AL juga akan melibatkan PT Pindad sebagai pihak ahli dalam pengujian.

Evaluasi Lokasi Latihan

Selain itu, aspek keamanan lokasi latihan juga tengah dievaluasi. Secara historis, area tersebut awalnya steril, namun perkembangan permukiman membuat jaraknya kini semakin dekat dengan masyarakat.

Meski sudah dilengkapi tanggul setinggi delapan meter dan diklaim berstandar internasional, TNI AL mengakui perlu ada peninjauan ulang untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Dugaan Pelanggaran SOP

Pihak TNI AL juga membuka kemungkinan adanya pelanggaran prosedur. Jika ditemukan kesalahan, mereka menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada prajurit yang terlibat.

Kondisi Korban dan Tuntutan Keluarga

Dua siswa yang menjadi korban adalah Darrell Fausta Hamdani (14) dan Reinhart Okto Hanaya (15). Keduanya mengalami luka akibat peluru yang menembus bagian tubuh dan sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Keluarga korban telah melayangkan somasi dengan tuntutan ganti rugi materiil dan immateriil, serta meminta jaminan pemulihan jangka panjang, termasuk aspek psikologis.

Komitmen Keterbukaan

TNI AL menyatakan tidak akan menghalangi proses hukum jika keluarga korban ingin melanjutkan ke jalur hukum. Mereka menegaskan komitmen untuk transparan dalam mengusut kasus ini.

Penutup

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya standar keamanan tinggi dalam latihan militer, terutama di wilayah yang kini berdekatan dengan permukiman warga. Evaluasi menyeluruh diharapkan bisa mencegah kejadian serupa di masa depan sekaligus memberi keadilan bagi korban.

Editor: redaktur

Komentar