Tridinews.com - Sejumlah media asing memberitakan soal aksi unjuk rasa berujung ricuh di Indonesia. Seperti pemantauan Tribunnews.com pada Jumat (29/8/2025), sejumlah media asing memberitakan soal peristiwa tersebut.
Seperti BBC News Indonesia, The Straits Times, Bernama, Guardian, dan Aljazeera.
Dalam pantauan, pemberitaan ini sudah ditulis sejak Selasa 26 Agustus 2025.
Selain menulis berita, mereka juga menayangkan foto-foto terkait kerusuhan.
Seperti misalnya Aljazeera pada 26 Agutus 2025 menulis “Indonesian police clash with students over MP salaries”
Di mana dalam pemberitannya yang sudah diterjemahkan menulis “Ratusan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi anti huru-hara di ibu kota Indonesia, Jakarta. Polisi menembakkan gas air mata saat massa mencoba menerobos masuk ke gedung parlemen. Mereka marah atas apa yang dianggap sebagai pemberian penghargaan berlebihan bagi para anggota parlemen,” tulis Aljazeera.
Sementara itu, Guardian memposting sejumlah foto yang diberi judul
“Indonesia’s anti-government protests – in pictures”.
Dalam tulisan pengantar untuk foto “Demonstrasi Meletus di Jakarta terkait Dugaan Tunjangan Mewah Anggota Parlemen dan ‘Elit Korup’ Massa Bentrok dengan Polisi di Ibu Kota Indonesia di Tengah Program Penghematan Presiden,” tulis Guardian.
Sementara itu, Bernama, kantor berita nasional milik pemerintah Malaysia menulis di judul “Demonstrasi Pekerja Seluruh Indonesia Tuntut Kebijakan Lebih Baik”.
Adapun media Singapura, menulis “Thousands clash with police in Jakarta as protests intensify”.
Pada Jumat pagi ini, BBC News Indonesia, layanan berita berbahasa Indonesia dari British Broadcasting Corporation (BBC), lembaga penyiaran publik asal Inggris yang dikenal secara global menulis “Demo DPR: Kendaraan polisi melindas pengemudi ojol hingga tewas, Istana minta maaf dan tujuh polisi diperiksa”.
BBC News Indonesia diluncurkan sebagai bagian dari BBC World Service, kanal ini bertujuan menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mendalam untuk audiens Indonesia dan diaspora berbahasa Indonesia.
BBC News Indonesia menulis tulisan soal peristiwa tewasnya driver ojol karena terlindas kendaraan polisi. Media itu memberitakan kronologi mulai dari awal peristiwa hingga tewasnya driver ojol bernama Affan Kurniawan berusia 21 tahun itu. Disebutkan Affan adalah ‘Tulang Punggung Keluarga’. Media itu juga memposting foto-foto di rumah duka Affan.
Hingga Jumat pagi, situași di Jakarta masih ‘panaș’.
Kericuhan di Jakarta usai driver ojol tewas terlindas mobil rantis Brimob Polri di Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat meluas hingga ke Jakarta Timur.
Di Jalan Otista Raya, Jatinegara, ratusan warga melakukan aksi hingga mengakibatkan arus lalu lintas di dari arah Cililitan menuju Kampung Melayu maupun sebaliknya tersendat, Jumat (29/8/2025) pagi.
Petugas dari jajaran Polres Metro Jakarta Timur tampak berupaya membubarkan aksi, namun massa menolak hingga akhirnya terjadi kericuhan di ruas Jalan Otista Raya.
Berdasarkan video yang beredar tampak petugas menembakkan gas air mata ke arah kerumunan, sementara massa membalas dengan lemparan batu dan benda-benda lain.
Masaa yang menghindari gas air mata berupaya masuk ke Jalan Otista III, sementara petugas berada di Jalan Otista Raya berupaya menghalau massa agar tidak melakukan aksi.
Akibat kericuhan sejumlah barrier beton pembatas lajur khusus Transjakarta di Jalan Otista Raya, dari arah Cililitan menuju Kampung Melayu bahkan tampak porak poranda terdorong.
Awak media sudah berupaya mengonfirmasi kejadian kepada Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal, namun hingga berita ditulis Alfian urung merespons.
Sebelumnya driver Ojol, Affan Kurniawan tewas terlindas mobil rantis Brimob Polri di Pejompongan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) malam.
Kejadian ini tidak ada hanya menyulut emosi massa, tapi juga mendapat kecaman dari sejumlah pihak di antaranya Indonesia Police Watch (IPW) yang meminta proses hukum pada kasus.
"Mendesak Propam Mabes Polri menangkap personel Brimob yang brutal tersebut, dan melakukan proses kode etik serta proses hukum pidana," kata Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso.
Media asing turut soroti kericuhan demo di DPR
