Tridinews.com - Bencana puting beliung melanda dua wilayah di Indonesia sekaligus: Sekeloa, Bandung, Jawa Barat, dan Buol, Sulawesi Tengah, menyebabkan kerusakan rumah dan memaksa puluhan warga mengungsi.
Bandung: 15 Rumah Rusak
Di RT 8/3, Kelurahan Sekeloa, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, belasan rumah mengalami kerusakan atap akibat hembusan angin puting beliung, Minggu (30/11/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.
Warga, seperti Didi Suryadi (56), mengaku atap rumahnya rusak parah hingga asbes beterbangan, sementara Rizal (68) menyebut sekitar 15 rumah di lingkungannya terdampak.
“Rumah saya hancur, asbes terbawa setengahnya lebih. Sementara cuma bisa ditambal pakai terpal karena hujan masih turun,” kata Didi.
Warga menutup sementara atap rumah dengan terpal agar tidak bocor saat hujan malam. Meski begitu, rumah masih bisa dipakai untuk berteduh.
Buol: 2 Rumah Rusak, 8 Warga Mengungsi
Sebelumnya, Sabtu (29/11/2025), angin kencang melanda Kelurahan Leok I, Kecamatan Biau, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah. Dua rumah rusak—satu berat dan satu ringan—memaksa delapan jiwa, termasuk seorang bayi, mengungsi.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Akris Fattah Yunus, angin berkecepatan tinggi bahkan sempat menggoyang tiang rumah hingga rubuh. Selain kerusakan bangunan, beberapa barang rumah tangga juga terendam air.
BPBD Sulteng berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Buol untuk menyalurkan bantuan darurat, termasuk logistik dan hunian sementara. Warga pun bergotong-royong mengevakuasi barang dan memperbaiki kerusakan.
Angin puting beliung, pusaran angin kencang dari awan kumulonimbus, memiliki kecepatan lebih dari 63–64 km/jam, durasi singkat (5–10 menit), dan biasanya terjadi di wilayah terbatas. Fenomena ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi, terutama saat peralihan musim.
Puting Beliung Terjang Bandung dan Buol, Puluhan Rumah Rusak
. (net)