Tridinews.com - Pemerintah Prancis meminta digelarnya pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyusul memburuknya situasi keamanan di Lebanon.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot mengatakan permintaan tersebut diajukan karena perkembangan konflik di Lebanon dinilai semakin cepat memburuk.
“Karena situasi di Lebanon memburuk dengan cepat, Prancis telah meminta pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB,” kata Barrot melalui platform media sosial X, Senin (9/3).
Sebagai bagian dari respons kemanusiaan, Prancis juga mengalokasikan bantuan darurat sebesar 6 juta euro atau sekitar 6,9 juta dolar AS, setara sekitar Rp117 miliar, untuk sejumlah organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Lebanon.
Selain itu, pemerintah Prancis membuka dana dukungan melalui pusat krisis kementerian luar negeri serta menyiapkan pengiriman bantuan kemanusiaan hingga 20 ton untuk masyarakat terdampak.
Barrot menambahkan bahwa Paris juga terus melakukan komunikasi intensif dengan Israel dan Lebanon guna mencegah situasi semakin memburuk. Upaya tersebut bertujuan mengamankan gencatan senjata serta mendorong proses pelucutan senjata kelompok Hizbullah.
Ketegangan meningkat setelah pada 2 Maret sejumlah roket ditembakkan dari wilayah Lebanon menuju Israel. Hizbullah kemudian mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Sebagai respons, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk kawasan permukiman di ibu kota Beirut.
Akibat meningkatnya konflik tersebut, ratusan ribu warga dilaporkan mulai meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan ke wilayah yang dinilai lebih aman di dalam negeri.
Informasi mengenai perkembangan situasi ini dilaporkan oleh kantor berita Sputnik dan RIA Novosti yang tergabung dalam jaringan OANA.
Prancis Minta Rapat Darurat DK PBB Usai Konflik Lebanon Memanas
. (net)