Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung diperkirakan akan segera berakhir. Meski demikian, ia membantah spekulasi bahwa konflik tersebut akan selesai dalam waktu akhir pekan ini.
“Kami menang telak. Kami jauh lebih cepat dari jadwal,” kata Trump dalam taklimat media di negara bagian Florida, Senin (9/3).
Trump sebelumnya memperkirakan konflik tersebut dapat berlangsung selama empat hingga lima pekan.
Pernyataan itu muncul setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan gugur dalam gelombang pertama serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Mojtaba dikenal memiliki kedekatan dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), kekuatan militer elite Iran yang memiliki pengaruh besar dalam politik dan keamanan negara tersebut.
Penunjukan Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara karena konflik yang kini memasuki pekan kedua berpotensi semakin mengguncang kawasan Timur Tengah dan memberi dampak langsung terhadap perekonomian global.
Meski mengklaim Amerika Serikat telah mencapai keberhasilan militer yang “belum pernah terjadi sebelumnya”, Trump mengaku kecewa dengan terpilihnya Mojtaba sebagai pemimpin tertinggi Iran.
“Kami pikir ini hanya akan menyebabkan masalah yang sama untuk negara ini,” ujarnya.
Trump juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan mengambil langkah militer agresif apabila Iran berupaya memblokir pasokan energi dunia.
“Kami akan sangat keras menghantam mereka, sehingga tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu mereka untuk memulihkan bagian dunia itu,” kata Trump.
Di sisi lain, Trump tetap optimistis bahwa harga minyak global akan turun setelah perang berakhir.
Terkait potensi gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, Trump mengatakan Amerika Serikat tidak terlalu terdampak dibanding negara lain, terutama China yang banyak bergantung pada pasokan energi dari kawasan tersebut.
“Kami sebenarnya membantu China dan negara-negara lain karena mereka mendapatkan banyak energi dari selat itu. Tetapi kami memiliki hubungan yang baik dengan China. Menjadi kehormatan bagi saya untuk melakukan itu,” kata Trump.
Laporan ini mengutip sumber dari kantor berita Jepang Kyodo News yang tergabung dalam jaringan OANA.
Trump Klaim Perang AS-Iran Segera Berakhir, AS Menang Telak
. (net)