Bencana Sumatera: 867 Tewas, 521 Hilang, dan 849 Ribu Mengungsi

bencana-sumatera-867-tewas-521-hilang-dan-849-ribu-mengungsi . (net)

Tridinews.com - Bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera semakin menunjukkan dampak kemanusiaan yang mengkhawatirkan. Hingga Jumat (5/12) petang, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 867 orang, sementara ratusan lainnya masih belum ditemukan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari tiga provinsi yang paling terdampak. “Total meninggal dunia 867 orang,” ujarnya dalam konferensi pers virtual BNPB, Sabtu (6/12/2025).

Dalam 24 jam terakhir, tim gabungan kembali menemukan 31 jenazah—20 di Aceh, 10 di Sumatera Barat, dan satu di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Pencarian terus dilakukan untuk menemukan 521 warga yang masih dinyatakan hilang.

Dampak bencana juga memaksa hampir satu juta warga meninggalkan rumah mereka. BNPB mencatat 849.133 jiwa mengungsi, dengan Aceh sebagai wilayah dengan jumlah pengungsi tertinggi yaitu 775.346 orang. Sementara itu, Sumatera Utara mencatat 51.433 pengungsi dan Sumatera Barat 22.354 pengungsi.

Krisis ini turut melumpuhkan layanan kesehatan di berbagai daerah. Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa 31 rumah sakit dan 156 puskesmas terdampak banjir. Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, menjelaskan bahwa Aceh menjadi provinsi dengan fasilitas kesehatan terdampak terbanyak: 13 rumah sakit dan 122 puskesmas.

Beberapa rumah sakit di Aceh bahkan terpaksa menghentikan operasional, termasuk RS Muda Sedia dan RS Pertamina Rantau di Aceh Tamiang; RS Prima Inti Medika di Aceh Utara; serta RS Mulia Raya, RSUD Graha Bunda, dan RSUD Sultan Abdul Azizsyah di Aceh Timur.

Di tengah berbagai kendala logistik dan infrastruktur, Kemenkes memastikan bahwa jaring pengamanan layanan kesehatan tetap berjalan. Tenaga medis dan fasilitas bantuan terus digerakkan untuk memastikan warga tetap mendapatkan layanan kesehatan dasar di zona-zona terdampak.

Editor: redaktur

Komentar