Tridinews.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan kampanye militer AS terhadap Iran berpotensi berlangsung lebih lama dari empat hingga lima pekan seperti yang sebelumnya ia proyeksikan.
Berbicara dalam sebuah acara di Gedung Putih pada Senin (2/3), Trump menegaskan bahwa Washington memiliki kapasitas untuk memperpanjang operasi tersebut jika diperlukan.
“Kami memiliki kapasitas untuk melangsungkannya jauh lebih lama dari hal itu. Kami akan melakukannya,” ujar Trump, merujuk pada pernyataannya sehari sebelumnya yang menyebut serangan kemungkinan berjalan selama empat hingga lima pekan.
Ia juga menepis anggapan bahwa konflik tersebut akan menimbulkan kejenuhan. “Saya tidak merasa bosan. Tidak ada yang membosankan terkait hal ini,” katanya di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Opsi Pasukan Darat dan Respons Publik
Sebelumnya kepada New York Post, Trump menyatakan tidak menutup kemungkinan mengirim pasukan darat AS ke Iran jika situasi menuntut langkah tersebut.
Namun, dukungan publik terhadap operasi militer itu tampak terbatas. Jajak pendapat Reuters/Ipsos yang dilakukan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3) menunjukkan sekitar 43 persen warga AS tidak menyetujui serangan tersebut, sementara hanya 27 persen yang menyatakan setuju.
Hasil survei itu mencerminkan perdebatan di dalam negeri AS mengenai risiko dan konsekuensi jangka panjang dari keterlibatan militer yang lebih luas di Timur Tengah.
Trump: Operasi Militer ke Iran Bisa Lebih Lama
. (net)