Melania Pimpin Sidang PBB, Iran Sebut Munafik

melania-pimpin-sidang-pbb-iran-sebut-munafik . (net)

Tridinews.com - Ibu Negara Amerika Serikat, Melania Trump, memimpin pertemuan Dewan Keamanan PBB yang membahas perlindungan anak-anak dalam konflik bersenjata, Senin (2/3/2026).

Pertemuan ini digelar di tengah meningkatnya ketegangan setelah laporan tewasnya puluhan hingga ratusan anak akibat serangan udara di Iran yang disebut-sebut melibatkan Israel dan Amerika Serikat.

Laporan Serangan ke Sekolah

Media pemerintah Iran, seperti yang dikutip Al Jazeera, melaporkan serangan udara menghantam sebuah sekolah perempuan di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, pada Sabtu (28/2/2026).

Kantor berita peradilan Iran, Mizan News Agency, menyebut sedikitnya 148 orang tewas dalam insiden tersebut. Sekolah itu dilaporkan berada sekitar 600 meter dari pangkalan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang sebelumnya menjadi target serangan.

Sementara kantor berita Mehr juga melaporkan dua siswa tewas akibat serangan lain di wilayah timur Teheran.

Data dari Iranian Red Crescent Society mencatat total 201 orang tewas dan 747 lainnya terluka akibat gelombang serangan udara sejak Sabtu.

Respons Israel dan AS

Militer Israel melalui juru bicara Letnan Kolonel Nadav Shoshani menyatakan pihaknya tidak mengetahui adanya serangan terhadap sekolah tersebut.

“Kami tidak mengetahui adanya serangan udara Israel atau AS di lokasi tersebut. Kami beroperasi dengan sangat presisi,” ujarnya, dikutip Middle East Eye.

Di sisi lain, United States Central Command (CENTCOM) menyatakan sedang menyelidiki laporan tersebut. Juru bicara CENTCOM Tim Hawkins mengatakan pihaknya menanggapi laporan itu dengan serius dan menegaskan perlindungan warga sipil sebagai prioritas utama.

Kritik Keras dari Iran

Menjelang pertemuan PBB, Duta Besar Iran untuk PBB, Amir Saeid Iravani, melontarkan kritik tajam terhadap Amerika Serikat.

Ia menyebut sangat memalukan dan munafik bagi AS menggelar pertemuan tentang perlindungan anak-anak di tengah operasi militer di kota-kota padat penduduk Iran.

“Bagi Amerika Serikat, ‘melindungi anak-anak’ dan ‘menjaga perdamaian dan keamanan internasional’ jelas berarti sesuatu yang sangat berbeda dari apa yang tercantum dalam Piagam PBB,” kata Iravani kepada wartawan.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut serangan terhadap sekolah sebagai “tindakan barbar” dan “halaman hitam lain dalam catatan kejahatan para agresor”.

Eskalasi Lebih Luas

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran mengumumkan 40 hari berkabung nasional menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara.

Presiden AS, Donald Trump, dalam pernyataan video di platform Truth Social, menyebut operasi militer dilakukan untuk membela rakyat Amerika dan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Sementara Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan serangan bertujuan menghilangkan “ancaman eksistensial” dari rezim Iran terhadap Israel.

Pertemuan Dewan Keamanan PBB yang dipimpin Melania Trump pun berlangsung dalam bayang-bayang konflik yang kian memanas dan tudingan saling bertolak belakang dari pihak-pihak yang terlibat.

Editor: redaktur

Komentar