Iran Tolak Negosiasi dengan AS, Araqchi: Perang Akan Berlanjut

iran-tolak-negosiasi-dengan-as-araqchi-perang-akan-berlanjut . (net)

Tridinews.com - Pemerintah Iran memberi sinyal bahwa konflik dengan Amerika Serikat dan Israel berpotensi berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.

Indikasi tersebut muncul setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat tidak lagi menjadi agenda pemerintah Iran.

Dalam wawancara dengan PBS, Araqchi mengatakan Iran tidak memiliki rencana untuk kembali membuka dialog dengan Washington dalam waktu dekat.

“Saya rasa isu dialog atau negosiasi dengan Amerika tidak akan kembali ke agenda kita lagi, karena kita telah memiliki pengalaman yang sangat pahit dalam bernegosiasi dengan Amerika,” ujarnya.

Iran siap lanjutkan serangan

Araqchi menegaskan bahwa Iran akan terus melanjutkan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Menurutnya, operasi militer Iran, termasuk peluncuran rudal, akan tetap dilakukan selama konflik masih berlangsung.

“Peluncuran rudal kita terus berlanjut, dan kita siap untuk melanjutkan serangan rudal terhadap mereka selama diperlukan dan kapan pun dibutuhkan,” katanya.

Ia juga menyebut banyak pihak kini menunggu pidato dari Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, yang menggantikan ayahnya Ali Khamenei setelah tewas dalam serangan militer sebelumnya.

Tuduh AS dan Israel serang warga sipil

Araqchi menuduh Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan secara membabi buta terhadap wilayah sipil di Iran.

Ia menyebut sejumlah fasilitas sipil seperti kawasan permukiman, rumah sakit, dan sekolah menjadi sasaran serangan udara.

Menurutnya, serangan militer tersebut juga menewaskan banyak warga sipil, termasuk puluhan siswi sekolah di wilayah Minab.

Iran klaim rencana AS gagal

Dalam pernyataannya, Araqchi juga menilai rencana awal Amerika Serikat untuk memenangkan perang dengan cepat tidak berhasil.

Ia menilai Washington sebelumnya memperkirakan perubahan kekuasaan di Iran bisa terjadi hanya dalam beberapa hari.

“Mereka mengira bahwa dalam dua atau tiga hari mereka dapat mencapai perubahan rezim dan memperoleh kemenangan yang cepat dan bersih, tetapi mereka tidak berhasil,” kata Araqchi.

Menurutnya, strategi yang kini dijalankan Amerika Serikat juga belum menunjukkan hasil yang jelas.

Biaya perang AS membengkak

Di sisi lain, laporan media The Washington Post menyebut militer Amerika Serikat menghabiskan amunisi senilai sekitar 5,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp94,4 triliun hanya dalam dua hari pertama serangan terhadap Iran.

Para pejabat Amerika menyebut angka tersebut menunjukkan tingginya biaya operasi militer yang sedang berlangsung.

Pemerintah Amerika Serikat bahkan disebut sedang mempertimbangkan untuk mengajukan tambahan anggaran militer kepada Kongres Amerika Serikat guna mendukung operasi militer yang berlanjut di Timur Tengah.

Namun rencana permintaan anggaran tambahan tersebut diperkirakan akan menghadapi penolakan dari sebagian anggota legislatif, khususnya dari Partai Demokrat.

Editor: redaktur

Komentar