Israel Tolak Gencatan Senjata Jelang Negosiasi AS–Iran

israel-tolak-gencatan-senjata-jelang-negosiasi-asiran . (net)

Tridinews.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Israel menegaskan penolakannya untuk melakukan gencatan senjata dengan Hizbullah di Lebanon.

Sikap ini muncul di saat Amerika Serikat dan Iran bersiap menggelar perundingan damai di Islamabad pada Sabtu (11/4/2026).

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut.

“Tidak ada gencatan senjata di Lebanon. Kami akan terus menyerang Hizbullah sampai keamanan warga kami pulih,” tegasnya.

Diplomasi Jalan, Serangan Jalan

Israel memilih menjalankan dua strategi sekaligus: membuka peluang dialog dengan pemerintah Lebanon, namun tetap melanjutkan serangan militer.

Pendekatan ini menuai kritik dari Lebanon yang menilai negosiasi sulit berhasil jika serangan terhadap warga sipil terus berlangsung. Pemerintah Lebanon pun mendesak adanya jeda sementara sebagai bentuk itikad baik sebelum perundingan dimulai.

Iran Ikut Mengecam

Iran juga mengecam sikap Israel. Teheran menilai serangan yang terus berlanjut sebagai pelanggaran terhadap upaya perdamaian internasional.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, bahkan memberi syarat tegas sebelum negosiasi dengan AS bisa berjalan, termasuk gencatan senjata di Lebanon dan pencairan aset Iran.

Negosiasi di Ambang Ketidakpastian

Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance memimpin delegasi menuju Pakistan dengan misi besar mengakhiri konflik.

Meski optimistis, ia mengakui pembicaraan ini sangat rapuh dan penuh tantangan.

Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut pertemuan ini sebagai momen krusial yang bisa menentukan arah konflik di kawasan.

Dengan berbagai kepentingan yang saling bertabrakan, dunia kini menanti apakah perundingan ini akan menghasilkan perdamaian, atau justru memperbesar risiko eskalasi konflik di Timur Tengah.

Editor: redaktur

Komentar